Betapa Berbahayanya Lemak Perut

Kompas.com - 01/09/2018, 17:52 WIB
. VIA THINKSTOCK.
|
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com — Tak bosan-bosannya kita menyoroti bahaya dari keberadaan lemak perut. Ketika para profesional medis membicarakan bahayanya perut buncit, mereka sebetulnya mengacu pada kondisi yang lebih berbahaya, yakni timbunan lemak visceral.

Lemak ini ditemukan di dalam perut dan dekat dengan organ. Terlalu banyak lemak visceral dikaitkan dengan sejumlah penyakit serius.

Baca juga: Mana yang Lebih Susah Dihilangkan, Lemak Perut Atau Paha?

Ada beberapa tipe lemak. Dr Sriram Machineni, Direktur Medical Weight Clinic, menjelaskan, yang pertama adalah lemak subkutan yang terletak di bawah kulit dan di atas lapisan otot.

Biasanya lemak tersebut ditemukan pada bokong, paha, lengan bagian atas, dan merupakan tipe lemak yang segera terlihat ketika kita menyubit bagian atas kulit.

Sementara itu, tipe lemak kedua adalah lemak visceral yang berada dalam rongga perut dan di sekeliling organ-organ dalam perut atau viscera. Organ yang dimaksud adalah hati, pankreas, dan usus.

"Kita dulu berpikir bahwa semua lemak hanya jaringan penyimpan dan tidak berpengaruh besar," kata Dr M. Sue Kirkman, Direktur Medis Diabetes Care Center Clinical Trials Unit di Division of Endocrinology and Metabolism University of North Carolina.

Padahal, lemak visceral jauh lebih aktif. Lemak ini mengeluarkan hormon dan faktor peradangan yang berkontribusi terhadap daya tahan insulin, kolesterol, serta risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan kanker.

Baca juga: Mana yang Lebih Berbahaya, Lemak Perut atau Lemak Paha?

Namun, apa pun jenis lemaknya bisa dihilangkan dengan cara yang sama.

Dr. Charlie Seltzer, pakar obesitas tersertifikasi, menjelaskan, hal terpenting untuk menghilangkan lemak tubuh adalah mengonsumsi kalori lebih sedikit daripada yang dibakar.

"Kita tidak bisa mengkhususkan bagian tubuh tertentu sebab posisi lemak tiap orang tergantung pada faktor genetik," ujarnya.

Selain mengurangi asupan kalori, pastikan kita memiliki metode yang tepat untuk menangani stres. Mulai dari tidur cukup hingga melakukan meditasi rutin.

"Kita tahu bahwa jika level kortisol (hormon stres) memang tinggi, energi berlebih apa pun yang dikonsumsi akan cenderung tersimpan di tubuh bagian tengah kita," kata dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X