Kompas.com - 02/09/2018, 14:00 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.

"Tidak seperti anak-anak, orang dewasa biasanya cenderung mengonsumsi minuman energi dengan alkohol, yang merupakan kombinasi berbahaya," papar Lambert.

Konsumsi kafein dalam jumlah besar -seperti yang ditemukan dalam minuman energi- dapat mengurangi rasa kantuk tanpa mengurangi efek alkohol.

"Orang dewasa yang gemar mengonsumsi campuran alkohol dan minuman berenergi dapat menyebakan hilangnya kontrol diri," tambah dia.

Namun, orang-orang muda mungkin juga berisiko terkena efek seperti itu.

Riset di tahun 2011 menemukan, 53 persen dari minuman berenergi yang dikonsumsi oleh remaja digunakan sebagai campuran alkohol.

"Inilah yang turut menyebabkan peningkatan hal-hal berisiko seperti penggunaan obat-obatan terlarang," kata Thornton-Wood.

Baca juga: Merokok Vs Obesitas, Mana yang Risiko Kematiannya Lebih Tinggi?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.