Agar "Cheating Day" Tak Merusak Diet

Kompas.com - 04/09/2018, 11:45 WIB
Ilustrasi makan es krim di Piazza Navona, Roma , Italia marozncIlustrasi makan es krim di Piazza Navona, Roma , Italia

KOMPAS.com - Konsep libur diet satu hari untuk makan sepuasnya atau cheating day bisa bermanfaat dan mempercepat penurunan berat badan jika diatur secara tepat.

Diet yang kita jalani memang seharusnya menyenangkan, sehingga kita pun bisa melakukannya dalam jangka panjang.

Diet yang terlalu ketat justru kemungkinannya untuk gagal lebih besar.

Libur diet memang pro dan kontra. Ada yang menganggapnya justru akan menggagalkan diet yang sudah disiplin dijalani.

Namun, tak sedikit pakar yang mengatakan kita juga perlu memuaskan hormon lapar dengan melakukan cheating day.

Penelitian yang dimuat dalam Journal of Consumer Psychology mendukung teori itu. Para ahli meminta sekelompok orang membandingkan antara makan bebas 2.700 kalori di akhir minggu dengan tetap mengatur 1.300 kalori.

Hasilnya, saat membayangkan asupan makanan sebanyak 2.700 kalori, mereka justru lebih bisa menahan godaan makanan.

Penelitian juga menyimpulkan, mereka yang punya "waktu libur diet" lebih mampu menjaga motivasi dietnya.

Buat perencanaan

Menurut ahli nutrisi dan kebugaran Kathleen Alleaume dari Australia, aturan utama dalam cheating day adalah punya rencana.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X