Apakah Kopi Benar-Benar Menyehatkan?

Kompas.com - 04/09/2018, 16:16 WIB
Ilustrasi kopiCreatas Ilustrasi kopi

KOMPAS.com - Saat tubuh terasa letih dan pikiran tak fokus, kopi pasti menjadi hal pertama yang kita pikirkan.

Yah, menyeduh secangkir kopi telah menjadi kebiasaan bagi banyak orang ketika tubuh memerlukan tambahan energi, bahkan untuk memulai hari.

Lambat laun, menyeduh secangkir kopi telah menjadi rutinitas wajib. Dan, saat satu hari saja kita hidup tanpa minum kopi, tubuh pasti merasa ada yang kurang, mudah tersinggung dan depresi.

Ini adalah gejala yang merupakan akibat dari kecanduan kafein.

Biasanya hal semacam ini akan terasa setelah 24 jam tanpa kopi dan bisa berlangsung hingga 10 hari agar gejala ini berlalu.

Kafein adalah psikostimulan yang merupakan zat perangsang, meningkatkan konsentrasi, mengurangi kelelahan, dan bahkan meningkatkan ingatan jangka panjang dan kerja otak.

Ini adalah "obat legal" yang paling banyak dijual di dunia serta memiliki banyak manfaat.

Banyak riset membuktikan jika kopi dapat memperkuat kinerja jantung, memperlebar saluran pernapasan, dan menstimulasi saluran pencernaan.

Baca juga: 9 Hal Menakjubkan dari Kopi untuk Tubuh Anda

Tergantung pada genetika manusia, beberapa orang tetap bisa tidur nyenyak usai minum kopi di malam hari.

Tapi, ada juga yang terbangun di malam hari kerena tubuh mereka mencerna kafein sangat lambat.

Sementara itu, kafein dalam kopi dapat dicerna dalam perut tetapi memiliki efek yang pendek.

Kafein dalam teh membutuhkan waktu lama untuk dilepaskan dalam usus kecil.

Halaman:



Close Ads X