Kurang Tidur, Penyebab Gemuk yang Tak Disadari - Kompas.com

Kurang Tidur, Penyebab Gemuk yang Tak Disadari

Kompas.com - 05/09/2018, 15:13 WIB
Ilustrasi menimbang berat badanDelpixart Ilustrasi menimbang berat badan

Seorang pria usia akhir 20-an datang ke ruang praktek karena penambahan berat badan yang tak terkontrol. Ia sudah mencoba mengatur pola makan dan berolah raga, namun alih-alih turun, berat badannya justru malah bertambah.

Kenapa ia datang ke klinik? Karena ia curiga masalah berat badannya ini berkaitan dengan kesehatan tidurnya.

Ia seorang pekerja shift dengan pola tidur tidak teratur. Dalam seminggu ia bekerja 4 hari, di malam hingga pagi hari. Praktis ia hanya tidur dua sampai tiga jam di malam hari, dan dua tiga jam lagi di siang hari.

Selama pemulihan tiga hari tak bekerja pun, ia menjadi sulit menjaga pola tidur. Diagnosis saya adalah: Circadian Rhythm Disorder Shift Worker Type.

Pengobatannya? Mengatur pola dan perilaku tidur.

Fakta Ilmiah

Tapi bagaimana gangguan tidur bisa menyebabkan penambahan berat badan? Bukankah seharusnya semakin pendek tidur seseorang justru berat badan semakin turun?

Hubungan antara kesehatan tidur dan berat badan mulai diketahui di awal tahun 2000-an. Penelitian tahun 2005 ke atas menunjukkan bukti positif hubungan gangguan tidur dan berat badan.

Belakangan ada dua penelitian terbaru yang turut menambahkan sederetan publikasi di bidang ini. Satu penelitian dilakukan di Korea, sementara lainnya di Swedia.

Baca juga: Sering Ngorok dan Mengantuk Saat Siang? Waspadai Sleep Apnea

Kelompok peneliti dari Korea melihat hubungan antara durasi tidur, kualitas tidur dan indeks massa tubuh (BMI) pada populasi Korea. Penelitian yang diterbitkan pada Journal of Clinical Sleep Medicine melihat data dari 107.718 orang, dan mengategorikan berdasarkan indeks massa tubuh. Hasilnya durasi tidur yang pendek secara langsung berkaitan dengan kegemukan.

Para ahli telah menyepakati kebutuhan tidur manusia adalah 7-8 jam sehari. Dari penelitian ini didapati bahwa semakin kurang durasi tidur (<7 jam), semakin tinggi kenaikan berat badan.

Sementara sekelompok peneliti di Swedia melihat bahwa kurang tidur akan mengganggu metabolisme hingga meningkatkan kemampuan tubuh untuk menyimpan lemak!

Publikasi pada jurnal Science Advances ini melihat 15 orang subyek yang dua kali diperiksa. Pertama saat tidur normal, dan kedua setelah tidak tidur semalaman. Sampel jaringan lemak, otot dan darah diperiksakan.

Setelah kurang tidur, jaringan lemak manusia menunjukkan perubahan aktivitas gen yang mendorong sel untuk menyimpan lemak dan menggandakan diri (proliferasi).

Sementara otot mengalami pengurangan struktur protein yang dibutuhkan untuk membangun dan mempertahankan massa otot.

Sebagai tambahan, para peneliti juga menemukan peningkatan inflamasi tubuh saat kekurangan tidur. Inflamasi ini diketahui sebagai faktor risiko diabetes tipe 2.

Pembahasan

Selama ini para ahli telah mengetahui hubungan antara kekurangan tidur dan kerja shift dengan obesitas dan diabetes. Tidur yang tak sehat akan sebabkan gangguan pada hormon yang mengontrol selera makan dan rasa kenyang.

Mereka yang kurang tidur, tentu akan terlalu lelah untuk berolah raga dan lebih memilih makanan berkalori tinggi.

Bukti-bukti yang terus bertambah, menunjukkan bahwa buruknya kesehatan tidur akan akibatkan kegemukan. Belum lagi, obesitas sendiri merupakan faktor resiko yang memperburuk dengkuran dan akibatkan sleep apnea.

Kita tahu bahwa sleep apnea adalah penyebab dari hipertensi, berbagai penyakit jantung, stroke, kematian dan gangguan ereksi.

Para ahli masih terus meneliti dan mencoba mencari solusi masalah kesehatan ini, mengingat kehidupan modern yang terus mendorong irama kehidupan 24 jam. Haruskah kita menyerah pada jam biologis dan meniadakan shift malam? Ataukah di masa depan kita benar-benar bisa mengalahkan segala efek negatif dari gangguan tidur?


Terkini Lainnya

Tampil Tetap Cantik di #10YearChallenge, Shandy Aulia Berbagi Rahasia

Tampil Tetap Cantik di #10YearChallenge, Shandy Aulia Berbagi Rahasia

Look Good
Kaum Milenial Pun Kini Koleksi Berlian...

Kaum Milenial Pun Kini Koleksi Berlian...

Look Good
Cukupkah Bakar Lemak Cuma Andalkan Kardio?

Cukupkah Bakar Lemak Cuma Andalkan Kardio?

Feel Good
Diet Sehat bagi Tubuh dan Lingkungan, Yuk Coba!

Diet Sehat bagi Tubuh dan Lingkungan, Yuk Coba!

Eat Good
Ada yang Menarik di Ajang 'Jakarta Sneaker Day 2019'...

Ada yang Menarik di Ajang "Jakarta Sneaker Day 2019"...

Look Good
Trik Kate dan Meghan agar Tampil Keren Selama Masa Hamil

Trik Kate dan Meghan agar Tampil Keren Selama Masa Hamil

Look Good
Saran Kemenkes untuk Cegah Obesitas

Saran Kemenkes untuk Cegah Obesitas

Eat Good
Solusi Lenyapkan Bekas Jerawat

Solusi Lenyapkan Bekas Jerawat

Look Good
Ridwan Kamil Pancing Tawa, Unggah Foto Afgan untuk #10YearChallenge

Ridwan Kamil Pancing Tawa, Unggah Foto Afgan untuk #10YearChallenge

Look Good
Gaya Ivanka Trump dengan Rok Midi saat Cuaca Dingin

Gaya Ivanka Trump dengan Rok Midi saat Cuaca Dingin

Look Good
Giliran Lipstik Merah Meghan Markle Jadi Sorotan

Giliran Lipstik Merah Meghan Markle Jadi Sorotan

Look Good
Cara Praktis Penuhi Kebutuhan Protein Saat Bentuk Otot

Cara Praktis Penuhi Kebutuhan Protein Saat Bentuk Otot

Eat Good
Merawat Rambut dengan Minyak Alami

Merawat Rambut dengan Minyak Alami

Look Good
Produk Wajib untuk Riasan Wajah ala Korea

Produk Wajib untuk Riasan Wajah ala Korea

Look Good
Sebelum Beli Berlian, Perhatikan Kriteria '6C'

Sebelum Beli Berlian, Perhatikan Kriteria "6C"

Look Good

Close Ads X