4 Cara Mengerem Anak yang Minta Makan Terus - Kompas.com

4 Cara Mengerem Anak yang Minta Makan Terus

Kompas.com - 07/09/2018, 08:12 WIB
Ilustrasi anak dengan burger dan kentang gorengKatarzynaBialasiewicz Ilustrasi anak dengan burger dan kentang goreng

KOMPAS.com - Seiring tumbuh kembangnya, anak akan butuh makan lebih banyak untuk mendukung semua aktivitasnya. Metabolisme anak juga sedang meningkat di tahun-tahun pertamanya sehingga ia jadi mudah lapar. Ditambah lagi, ukuran perut anak lebih kecil sehingga ia tidak bisa tetap kenyang dalam waktu lama.

Meski begitu, membiarkan anak makan terus juga tidak baik. Kebanyakan makan lama-lama bisa memicu obesitas pada anak. Namun seingkali kita tidak bisa melarang anak untuk makan. Lalu, apa yang bisa dilakukan orangtua untuk mengerem keinginan anak yang minta makan terus?

1. Selalu sediakan makanan di rumah

Ilustrasi anak makan sayurM-image Ilustrasi anak makan sayur
Anak yang ingin makan terus mungkin jadi suka jajan untuk memuaskan rasa laparnya. Untuk mencegah hal ini, baiknya orangtua selalu siap sedia makanan dan camilan di rumah. Bawakan juga bekal untuknya selama di sekolah.

Dengan begini, kita bisa mengontrol makanan apa saja yang ia makan dan berapa banyak porsinya agar tidak berlebihan. Ini juga penting untuk membangun kebiasaan anak agar lebih suka makan di rumah.

Baca juga: Usia Tepat Mengenalkan Anak dengan Sayur

2. Berikan makan yang bergizi dan bikin kenyang lama

Ilustrasi menolak makan sayurgpointstudio Ilustrasi menolak makan sayur
Melihat anak yang antusias untuk terus makan, jangan biarkan anak membeli permen, donat, atau keripik. Kita bisa gunakan kesempatan ini untuk mengenalkan makanan-makanan sehat.

Misalnya, roti gandum panggang dengan irisan alpukat, telur orak-arik dengan keju, sereal gandum dengan susu, potongan pisang yang dicocol selai kacang, atau kacang-kacangan panggang (almond, kacang mete, dan lainnya). Kita juga bisa membuatkan smoothies buah yang lebih mengenyangkan dari jus biasa.

Baca juga: Cukup Kebutuhan Gizi Lewat Bekal Makan untuk Anak

3. Ajarkan anak membedakan rasa lapar yang sebenarnya dengan yang palsu

Ilustrasi anak makan bekal di sekolahthinkstock/noblige Ilustrasi anak makan bekal di sekolah
Kadang, rasa lapar belum tentu disebabkan karena anak benar-benar lapar dan butuh makan. Ini disebut dengan lapar palsu (false hunger). Maka mengikuti apa kata dr. Joanna McMillan, dilansir dalam laman Essentials Kids, tanyakan dulu ke anak apa yang ia rasakan ketika minta makan lagi.

Ketika anak bilang “Aku lapar, bu” tetapi hanya ingin satu makanan saja, misalnya es krim padahal kita sudah menawarkan makanan lainnya. Itu bukanlah rasa lapar, cuma keinginan.

Solusinya, coba tawarkan anak minum satu gelas air putih atau sekeping biskuit gandum terlebih dahulu dan tunggu sampai 20 menit. Jika setelahnya ia tetap merasa lapar, ini artinya ia memang benar-benar butuh makan nasi. Jika ia tidak lagi rewel minta makan, tandanya ia cuma pengen makan es krim.

Baca juga: Anak Boleh Makan Makanan Cepat Saji, Asalkan....

4. Imbangi dengan aktivitas fisik

Ilustrasi anak bermainferlistockphoto Ilustrasi anak bermain
Kalau memang anak makan terus karena lapar, jangan lupa imbangi dengan membuatnya rutin bergerak aktif. Jangan biasakan “menyuap” anak dengan gadget agar ia tidak lagi rewel minta makan.

Ajak anak untuk main di luar, misalnya dengan main bola atau bersepeda bersama anak-anak lainnya. Kita bisa juga mengajaknya berenang atau sekadar jalan-jalan ke taman.

Aktivitas fisik yang rutin membantu anak membakar kalori yang ia dapat setelah makan banyak sehingga tidak terus menumpuk jadi lemak penyebab kenaikan berat badan berlebih.

Baca juga: Jenis Olahraga Anak Sesuai Usia dan Perkembangannya


Sumber

Close Ads X