Kompas.com - 08/09/2018, 10:17 WIB
Ilustrasi anak belajar mangpor_2004Ilustrasi anak belajar

Orangtua juga diminta untuk fokus dalam menggunakan kesalahan untuk belajar dan bekerjasama.

"Banyak orangtua dan guru merasa malu menunjukkan kesalahan anak," papar Schroder.

Menurutnya, banyak orangtua dan guru mengatakan hal seperti 'Tak masalah, kau bisa menapatkannya di lain waktu', untuk menghibur hati anak yang kecewa.

Namun, kalimat semacam itu justru tak memberi mereka kesempatan untuk mencari tahu apa yang salah.

"Sebaliknya, kita yakinkan anak jika ia berbuat salah, agar mereka memperhatikan dan bekerja untuk mencari tahu di mana dan bagaimana mereka membuat kesalahan," tambahnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.