10 Kesalahan Tersering dalam Melakukan Perawatan Kulit - Kompas.com

10 Kesalahan Tersering dalam Melakukan Perawatan Kulit

Kompas.com - 12/09/2018, 15:39 WIB
IlustrasiThinkstockphotos Ilustrasi

KOMPAS.com - Kebiasaan sehari-hari berpengaruh terhadap kondisi kulit kita, termasuk diantaranya membuat performa produk perawatan kulit yang kita gunakan menjadi tidak maksimal.

Dokter estetika dan terapis spa, Christina Patchett sudah 10 tahun malang melintang di industri kecantikan.

Menurutnya, setidaknya ada 10 kebiasaan umum yang salah namun sering dilakukan banyak orang ketika merawat wajah.

1. Tidak mencuci wajah setelah berolahraga

Mencuci wajah harus menjadi bagian dari perawatan kulit harian kita. Hal itu juga harus dilakukan ketika kita berkeringat.

Patchett merekomendasikan cuci muka minimal dua kali sehari, terutama jika kita sering berolahraga.

"Khususnya jika kita melakukan olahraga yang berkeringat. Gunakan pembersih wajah setelah berolahraga lalu gunakan SPF dan pelembap," ujarnya.

2. Hanya memakai tabir surya ketika "bertemu" matahari

Patchett merekomendasikan agar kita menggunakan tabir surya sepanjang hari dan sepanjang tahun, tidak hanya saat akan beraktivitas di bawah matahari.

"Banyak orang tidak menyadari penetrasi sinar matahari melalui kaca, bahkan di musim dingin pun kita masih terkena sinar ultraviolet A atau sinar untuk penuaan," kata Patchett.

Selain harus melindungi diri dari sinar matahari, kita juga diimbau untuk selalu waspada dengan sinar radiasi dari ponsel dan laptop. Sinar-sinar tersebut dinilai bisa memercepat penuaan.

"Kulit kita juga akan menjadi lebih cepat kusam," katanya.

Baca juga: 6 Tanda Kita Memakai Terlalu Banyak Produk Perawatan Kulit

Ilustrasi kosmetikeverydayplus Ilustrasi kosmetik
3. Melewatkan hal mendasar

Investasi adalah hal penting, termasuk dalam penggunaan produk perawatan kulit yang sesuai dengan kebutuhan kulit.

Patchett menyarankan kita untuk membersihkan wajah pagi dan malam hari, menggunakan pelembap sesuai jenis kulit dan menggunakan tabir surya yang baik.

Perawatan tersebut adalah rangkaian dasar, namun masih banyak yang melewatkannya.

Tidur teratur 7-8 jam juga direkomendasikan untuk membuat kulit terlihat segar saat kita bangun.

4. Tidak melakukan facial rutin

Jika kamu tidak terbiasa melakukan facial, mungkin kamu harus mulai mempertimbangkannya. Minimal lakukanlah sebulan sekali, kemudian setiap tiga bulan.

Pilihlah klinik kulit yang juga menyediakan sesi konsultasi dengan dokter sehingga kita bisa mendapatkan perawatan yang sesuai.

5. Tidak mengubah rutinitas perawatan kulit

Kulit berubah pada setiap musim. Oleh karena itu penting untuk melakukan facial setiap musim berubah. Pada musim tertentu, orang-orang juga cenderung menggunakan pelembap lebih banyak daripada musim lainnya.

Itulah mengapa, penting bagi kita untuk menyesuaikan rutinitas perawatan kulit sesuai dengan kondisi. Terlebih jika kamu banyak melakukan traveling.

Di kota seperti London, misalnya, orang-orang harus menggunakan serum antioksidan pada waktu musim panas untuk melindungi diri dari polusi. Serum antioksidan tersebut digunakan bersama dengan tabir surya dan produk yang bertekstur ringan.

Baca juga: Karena Skincare adalah Investasi...

6. Berolahraga, minum alkohol, teh atau kopi setelah facial

Kebanyakan orang tidak mengetahuinya, namun 24 jam setelah melakukan facial sebaiknya hindari konsumsi teh, kopi dan alkohol serta hal-hal yang menstimulasi kulit, seperti sauna atau berolahraga di pusat kebugaran. Sebab, kulit kita telah mendapatkan banyak stimulasi ketika facial.

Khususnya bagi pemilik kulit sensitif dan kering, hal-hal tersebut akan memperburuk kondisi kulit.

7. Menggunakan tisu wajah

Patchett tak pernah mengedukasi orang-orang untuk membersihkan wajah menggunakan tisu pembersih. Sebab, tisu pembersih mengandung banyak alkohol dan bisa merusak pelindung alami kulit.

"Ketika menggunakan tisu pembersih, kamu akan mengubah pH tersebut," kata Patchett.

Toner akan membawa pH kulit kembali pada level yang seharusnya. Meski begitu, kita tak lagi membutuhkannya jika sudah menggunakan pembersih wajah yang tepat.

Ketika ingin membersihkan wajah di siang hari, cukup gunakan pembersih wajah yang baik. Jika perlu, Patchett merekomendasikan pembersihan ganda (double cleansing).

"Ketika kamu sudah menghentikan kebiasaan itu (membersihkan wajah dengan tisu), kamu akan merasakan perbedaannya pada kulitmu," ujarnya.

8. Menggunakan makeup berkualitas rendah

Jika kamu adalah tipe orang yang menggunakan makeup setiap hari, pilihlah makeup berkualitas.

Contohnya, bagi pemilik kulit berminyak, pastikan menggunakan makeup yang mengandung salicylic acid. Jadi, jangan hanya memperhatikan penampilan, namun juga manfaatnya terhadap kulit.

Patchett menambahkan, beberapa makeup justru bisa menimbulkan jerawat. Misalnya, produk yang mengklaim sebagai produk "mineral" padahal sebetulnya sintetis.

Dalam seminggu tetapkan satu hari bebas makeup agar kulit bisa beristirahat. Tetapi jika pekerjaan mengharuskan kamu tetap memakai make up 7 hari dalam seminggu, belilah produk skincare yang berkualitas untuk perawatan malam hari.

"Kulit memperbaiki diri di malam hari. Pada waktu tersebut lah kulit kita mendapatkan manfaat dari produk yang digunakan," kata dia.

Baca juga: Tips Skincare untuk Samarkan Pori-pori Wajah

9. Saran dari orang yang salah

Semakin banyak orang yang berbagi tips dan informasi tentang kulit di media sosial. Seperti blogger atau influencer. Namun, sumber tersebut sebetulnya tidak cukup kredibel.

"Banyak orang akan melihatnya dan berpikir apa yang mereka gunakan adalah tren terbaru dan bagus. Padahal, bisa saja tren tersebut justru merusak kulit," ujar Patchett.

Ia mencontohkan tren black clay face mask yang tidak cocok untuk setiap orang.

"Bahan yang terkandung di dalamnya terlalu keras. Kamu mengirim sinyal pada tubuh: 'wah kering sekali kulitnya, ayo produksi lebih banyak minyak.' lalu muncul lah jerawat," kata dia.

10. Menggunakan masker wajah terlalu sering

Menggunakan masker wajah juga bisa dimasukkan ke dalam rutinitas perawatan kulit.

Bagi pemilik kulit berminyak, lakukanlah setiap tujuh hingga 10 hari.

Untuk kulit kombinasi bisa menggunakan masker wajah seminggu sekali. Kulit normal bisa melakukannya dua kali seminggu. Sementara kulit kering bisa menggunakan masker wajah satu atau dua kali dalam seminggu.

Sementara mereka yang memiliki kulit sensitif, rosacea atau kondisi kulit dengan peradangan perlu lebih berhati-hati dengan masker wajah yang digunakan.



Close Ads X