Diet Ketat Pemenang US Open, Naomi Osaka - Kompas.com

Diet Ketat Pemenang US Open, Naomi Osaka

Kompas.com - 14/09/2018, 12:12 WIB
Petenis Jepang, Naomi Osaka, berpose dengan trofi juara setelah memenangi pertandingan final tunggal putri US Open 2018 melawan Serena Williams dari Amerika Serikat, Minggu (9/9/2018).JULIAN FINNEY Petenis Jepang, Naomi Osaka, berpose dengan trofi juara setelah memenangi pertandingan final tunggal putri US Open 2018 melawan Serena Williams dari Amerika Serikat, Minggu (9/9/2018).

KOMPAS.com - Setelah mengalahkan Serena Williams dan memenangi kompetisi US Open tahun ini, nama Naomi Osaka semakin dikenal publik. Posisi Osaka kini menanjak ke peringkat tujuh.

Di usianya yang ke-20, gadis yang mengawali karir tenis profesional pada 2013 ini harus bekerja keras dan menjalani pola makan yang sehat untuk menunjang performanya di lapangan.

gadis yang mengawali karier tenis profesional pada 2013

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Lahir di Jepang dan Tumbuh di Amerika, Naomi Osaka Ikuti Jejak Serena", https://olahraga.kompas.com/read/2018/09/10/09334248/lahir-di-jepang-dan-tumbuh-di-amerika-naomi-osaka-ikuti-jejak-serena.
Penulis : Tri Indriawati
Editor : Tri Indriawati

gadis yang mengawali karier tenis profesional pada 2013

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Lahir di Jepang dan Tumbuh di Amerika, Naomi Osaka Ikuti Jejak Serena", https://olahraga.kompas.com/read/2018/09/10/09334248/lahir-di-jepang-dan-tumbuh-di-amerika-naomi-osaka-ikuti-jejak-serena.
Penulis : Tri Indriawati
Editor : Tri Indriawati

Dilansir dari news.com.au, Osaka memiliki diet ketat, baik selama turnamen atau tidak.

“Ini akan terdengar agak ekstrem, tetapi selama off-season, saya makan makanan rebus. Saya akan merebus ayam dan brokoli, dan tidak ada karbohidrat,” kata Osaka kepada Teen Vogue.

Selama kompetisi, termasuk US Open, ia mulai melonggarkan dietnya.

“Saya sudah makan sarapan yang sama selama dua minggu ini--salmon bagel. Saya memakannya sebelum pertandingan,” kata wanita yang memiliki ibu asli Jepang dan ayah berdarah Haiti ini.

Osaka menyukai es krim, tetapi ia tidak diperbolehkan terlalu sering menuruti keinginannnya.

“Hanya es krim green tea (yang dimakan). Saya tidak memakannya ketika saya berlatih, tetapi jika saya memenangkan turnamen, saya pasti langsung ingin (mencicipi). Tapi saya masih belum bisa mencicipi sekarang,” katanya.

Sebentara lagi, Osaka akan terbang ke Tokyo, tetapi tidak akan ada sushi dalam daftar menu makanan saat dia pulang ke Jepang.

“Banyak hidangan nasi yang enak. Saya tidak benar-benar diizinkan untuk makan karbohidrat yang berpengaruh ke turnamen, jadi saya sedikit sedih tentang itu. Tapi, mudah-mudahan, saya akan memiliki setidaknya satu makanan enak,” katanya.

Baca juga: Naomi Osaka Bisa Jadi Petenis Nomor Satu Dunia

Semua kerja keras itu membuahkan hasil. Osaka disebut akan menandatangani kesepakatan sponsor dengan nilai paling fantastis sepanjang dunia olahraga wanita, yakni sekitar 10 juta dollar AS atau Rp 149 miliar per tahun.

Saat ini Osaka masih disponsori oleh Adidas dan berakhir pada 2018. Namun brand asal Jerman itu langsung bergerak cepat untuk memastikan Osaka tetap di bawah naungan mereka. 



Close Ads X