Pangeran William dan Kate Ternyata Penggemar Makanan Jepang - Kompas.com

Pangeran William dan Kate Ternyata Penggemar Makanan Jepang

Kompas.com - 14/09/2018, 14:28 WIB
Pangeran WilliamVanity Pangeran William

KOMPAS.com - Pangeran William dan sang istri, Kate Middleton memiliki gaya hidup yang sehat. Salah satunya adalah dalam hal pola makan. Mereka menyukai pola makan bersih dan tergila-gila pada masakan Jepang.

Berdasarkan pengakuan Pangeran William pada hari Kamis (13/9/2018), ia dan sang istri sangat menyukai sushi

Seperti yang kita ketahui, sushi merupakan makanan khas Jepang yang terdiri dari nasi dan lauk berupa makanan laut, daging dan sayuran mentah.

Saat mengunjungi Japan House London, ia bertemu dengan seorang chef dari Jepang bernama Akira, yang merupakan pemilik restoran dengan nama yang sama di Kensington Store.

Di restoran tersebut, Pangeran William menikmati sajian Bento berisi makanan dengan isian tuna dan landak laut.

Ia juga mencicipi jamur shitake tempura yang dilengkapi saus krim truffle.

"Kami mungkin harus datang ke sini untuk makan siang ketika tidak ada orang lain yang datang," tambahnya.

Saat mengunjungi sekolah dasar St Matthew di Kensington, William menanyakan kepada para murid apakah mereka memiliki makanan Jepang.

Baca juga: Pangeran William akan Kunjungi Tempatnya Melamar Kate Middleton

Ia juga menceritakan kepada anak-anak tersebut betapa lezatnya masakan khas Jepang tersebut.

Penerus takhta kerajaan Inggris ini mengunjungi restoran Jepang untuk merayakan budaya Jepang di masa kini.

Selain itu, ia juga ingin merayakan hubungan yang berkembang antara Inggris dan Jepang.

Sang Pangeran sangat terkesan dengan keramahan sang pemilik restoran, yang juga menjabat sebagai wakil perdana menteri Jepang.

Pada momen tersebut, Pangeran William juga memberi pidato yang dibuka dengan salam dalam bahasa Jepang.

Ia juga mengatakan Japan House Londen, didirikan untuk menjadi jembatan menuangkan ide dan kreativitas antara Inggris dan Jepang.

"Di sini, kita dapat membangun hubungan baru yang langgeng dalam budaya, pendidikan dan bisnis serta membangun pemahaman yang lebih baik tentang negara Anda yang indah," ucapnya.



Close Ads X