Orang yang Sering Merinding Cenderung Punya Sifat Menyenangkan - Kompas.com

Orang yang Sering Merinding Cenderung Punya Sifat Menyenangkan

Kompas.com - 14/09/2018, 15:00 WIB
Grup band Payung Teduh dalam konser BBM Liztomania Konser Musik Tanah Air Vol.3 Payung Teduh Catra Adhum di Gedung Kesenian Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (14/11/2017).KOMPAS.com/Dian Reinis Kumampung Grup band Payung Teduh dalam konser BBM Liztomania Konser Musik Tanah Air Vol.3 Payung Teduh Catra Adhum di Gedung Kesenian Jakarta, Jakarta Pusat, Selasa (14/11/2017).

KOMPAS.com - Pernahkah kamu nonton pertunjukan musik yang begitu menyentuh sampai-sampai bulu kuduk terasa merinding?

Merinding bisa saja terjadi karena kita menikmati sesuatu yang sangat indah. Tapi, hal itu juga pertanda kita mungkin menjalani kehidupan yang dinamis, sehat dan bahagia.

Demikian menurut kesimpulan sebuah studi berskala kecil di Inggris. Studi itu dilakukan untuk mengeksplorasi apakah sering merinding berkaitan dengan kesehatan dan kepribadian seseorang.

Hasil studi menemukan, orang yang sering merinding cenderung punya hubungan yang kuat dengan orang lain.

Mereka juga mencapai prestasi akademis yang lebih tinggi dalam hidup dan memiliki kondisi kesehatan yang lebih baik daripada mereka yang tak merasakan sensasi ini.

Penelitian itu dilakukan oleh Matthew Sachs, peneliti dari Harvard University dan profesor Universitas Oxford Robin Murphy.

Baca juga: Warna Ruangan Pengaruhi Suasana Hati, Percaya?

Peneliti menganalisis tanggapan dari 100 orang yang diminta menonton pertunjukan live music sambil mengenakan perangkat monitoring. Dilakukan juga tes psikometri untuk menentukan kaitan merinding dan kepribadian.

Ketika menonton pertunjukan musik, 55 persen orang akan merinding. Sensasi ini terjadi dalam dua menit pertama. Perempuan lebih sering mengalami hal ini.

Mereka yang merinding pada umumnya juga memiliki sikap "empati" dan "menyenangkan" dalam hubungan. Mereka juga memiliki mood yang positif.

Robin Murphy, salah satu peneliti, mengatakan penelitian ini memberi kesempatan bagi periset untuk mengeksplorasi "fenomena merinding" secara terperinci.

Menurutnya, studi ini merupakan yang pertama menunjukkan ciri-ciri kepribadian berbeda pada orang-orang yang mengalami merinding.

"Bukti juga menunjukkan menonton hiburan langsung hingga merasa merinding berdampak pada perasaan kita secara keseluruhan tentang perasaan dan suasana hati," paparnya.



Close Ads X