Saat Penyakit Diabetes Pengaruhi Kehidupan Seks

Kompas.com - 17/09/2018, 09:31 WIB
IlustrasiShutterstock Ilustrasi

KOMPAS.com - Penyakit diabetes yang tidak dikontrol bisa menimbulkan berbagai komplikasi, termasuk terganggunya kemampuan ereksi pria.

Menurut dokter ahli endokrin Kevin Borst, pria penderita diabetes memiliki risiko hampir 50 persen mengalami disfungsi ereksi alias kesulitan mempertahankan ereksi untuk berhubungan seks. Risikonya meningkat seiring usia bertambah.

Disfungsi ereksi terjadi akibat rusaknya saraf dan pembuluh darah yang disebabkan oleh kontrol gula darah jangka panjang yang buruk.

Disfungsi ereksi juga terkait dengan kondisi lain yang umum di antara pria dengan diabetes, seperti tekanan darah tinggi, penyakit arteri koroner dan obesitas.

“Kadar glukosa darah yang meningkat, yang juga menyebabkan pembuluh darah dan kerusakan saraf di bagian lain dari tubuh, dapat menyebabkan masalah dengan aliran darah dan kerusakan saraf pada penis,” ungkap Borst.

Baca juga: Disfungsi Ereksi Menyerang Banyak Pria, Kenali Tandanya

Lantas apa yang mesti dilakukanagar kehidupan seks kembali normal?

Mulailah konsultasi dengan dokter untuk mencari tahu penyebabnya dan dapat memberi informasi tentang pengobatan disfungsi ereksi lainnya.

Tanyakan apa yang perlu dilakukan untuk mengendalikan diabetes, karena mengelolanya dengan baik merupakan bagian penting dari proses pengobatan.

"Kontrol gula darah yang hati-hati dapat mencegah kerusakan saraf dan pembuluh darah yang mengarah ke difsungsi ereksi,” kata Borst.

Masalah kesehatan secara umum, seperti kolesterol tinggi, yang berkontribusi terhadap disfungsi ereksi, juga perlu diatasi.

Tanyakan obat apa pun yang diminum—termasuk antidepresan atau obat tekanan darah—yang bisa memperburuk masalah ereksi. Dokter mungkin dapat mengganti resepnya.

Hindari pula faktor lain yang bisa memperburuk kualitas ereksi, seperti merokok dan stres berat.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X