Selamatkan Ulos Tradisional dari Kepunahan...

Kompas.com - 20/09/2018, 10:08 WIB
Ulos gatip-gatip yang dikenakan Devi Pandjaitan, -tokoh yang menggagas pelaksanaan pameran ulos bertajuk Ulos, Hangoluan & Tondi di Museum Tekstil, Jakarta.  KOMPAS.com/ GLORI K WADRIANTOUlos gatip-gatip yang dikenakan Devi Pandjaitan, -tokoh yang menggagas pelaksanaan pameran ulos bertajuk Ulos, Hangoluan & Tondi di Museum Tekstil, Jakarta.

"Saya ada 100-an (ulos), tidak semua saya beli, ada sebagian yang saya dapat dari orang. Bahkan ada ibu yang mau meninggal, dan mau memberi ulosnya buat saya," kata Devi.

"Jadi, ulos-ulos di dalam itu semuanya langka dan usianya sudah mencapai lebih dari 50 tahun, bahkan ada yang 100-an tahun."

"Sayang kalau itu hanya disimpan saja, maka saya berpikir untuk membuat pameran ini," sambung dia.

Dalam perhalatan 14 hari ini, ada 50 kain ulos yang dipamerkan. Di antara jumlah itu, ada 25-30 ulos yang merupakan koleksi langka, yang orang Batak sendiri pun belum tentu mampu mengenali motifnya.

Kemiskinan

Menko Kemaritiman Luhut Pandjaitan -yang tak lain adalah suami Devi, menyebut, modal untuk menenun satu ulos sekitar Rp 350.000.

Modal berupa benang itu mereka beli dari tauke yang kemudian menjual ulos tadi ke Jakarta seharga Rp 2,5 juta.

"Berapa yang kembali ke kantong inang-inang? Hanya Rp 250.000 untuk kebutuhan hidup selama membuat satu ulos, yaitu sekitar satu bulan."

"Tak terbayang bagaimana mereka bertahan hidup," kata Luhut.

Keterangan serupa diungkapkan Torang Sitorus, tokoh muda yang mendalami tentang ulos.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X