Kompas.com - 21/09/2018, 21:12 WIB
Brand Ambassador Clear Agnez Mo, Senior Brand Manager Clear Unilever Indonesia Essy Prita Cinta dan Senior Research & Development Manager Hair Care PT Unilever Indonesia Christina Yusuf (kedua dari kiri ke kanan) pada acara konferensi pers peluncuran Clear generasi baru dan #AntiSetengahSetengahClub di Empirica, SCBD, Jakarta, Jumat (21/9/2018). KOMPAS.com/Nabilla TashandraBrand Ambassador Clear Agnez Mo, Senior Brand Manager Clear Unilever Indonesia Essy Prita Cinta dan Senior Research & Development Manager Hair Care PT Unilever Indonesia Christina Yusuf (kedua dari kiri ke kanan) pada acara konferensi pers peluncuran Clear generasi baru dan #AntiSetengahSetengahClub di Empirica, SCBD, Jakarta, Jumat (21/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Beragam masalah rambut terjadi pada masyarakat Indonesia. Namun, ketombe disebut sebagai permasalahan rambut nomor satu yang dialami masyarakat Indonesia.

Senior Brand Manager Clear Unilever Indonesia, Essy Prita Cinta menuturkan, jumlah masyarakat yang mengalami masalah ketombe cukup signifikan dibandingkan masalah rambut lainnya.

Data tersebut didapatkan dari hasil riset kualitatif yang diadakan internal Unilever terhadap ratusan wanita Indonesia.

"(Masalah) Nomor dua cukup signifikan bedanya, itu adalah hair fall. Nomor tiganya rambut kering. Angkanya berubah-ubah tapi rankingnya enggak pernah berubah, " kata Essy seusai konferensi pers peluncuran Clear generasi baru dan #AntiSetengahSetengahClub di Empirica, SCBD, Jakarta, Jumat (21/9/2018).

Menurutnya, ketombe sebagai permasalahan rambut terbesar masyarakat Indonesia biasanya muncul sejak usia remaja. Itulah mengapa usia tersebut juga menjadi target pasar utama Clear.

Pada usia tersebut pula para remaja mulai menentukan samponya sendiri, setelah sebelumnya menggunakan sampo anak atau dipilihkan oleh orangtua.

"Penyebab ketombe kan kotoran dan minyak atau panas. Biasanya muncul saat anak mulai pubertas. Jadi 15 tahun ke atas," ucap Essy.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari hasil riset yang sama, penyebab utama munculnya ketombe adalah iklim Indonesia yang panas, lembap dan membuat kulit kepala mudah berkeringat.

Kondisi itu menyebabkan malassezia, bakteri penyebab ketombe, mudah berkembang biak.

Namun, selain faktor iklim dan kotoran, faktor hormonal juga membuat bakteri berkembang.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.