Kompas.com - 23/09/2018, 13:02 WIB
. SHUTTERSTOCK.

Winter mencontohkan, waktu yang dihabiskan seseorang untuk mengkhawatirkan pasangannya pada situasi tertentu atau merenungkan pertengkaran-pertengkaran kecil hingga besar.

Hal-hal itu dianggap sebagai "harga" dari sebuah hubungan percintaan.

Stres semacam itu bisa menghalangi kebahagiaan seseorang.

Sebaliknya, para lajang dianggap memiliki ruang lebih untuk berpikir, bernafas dan tumbuh. Mereka yang lajang juga lebih terbuka terhadap kemungkinan-kemungkinan hidup.

2. Lebih berani terhadap risiko

Status lajang membuat seseorang lebih terbuka menghadapi kemungkinan-kemungkinan buruk dalam hidup.

"Hampir seperti tak punya pilihan lain. Ketika kita melajang, kita harus lebih berkecukupan," kata Psikolog dan Pakar hubungan dari New York, Dr. Niloo Dardashti.

Ketika melajang, seseorang tak dihalangi siapa pun untuk mengejar ambisinya.

"Kita juga akan cenderung mau mengambil risiko dan petualangan terhadap hal-hal baru dalam perjalanan hidup," ujar dia.

3. Waktu bersama diri sendiri

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Time
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.