Efek Mengerikan Saat Tubuh Kekurangan Tidur

Kompas.com - 26/09/2018, 13:17 WIB
Ilustrasi kurang tidur g-stockstudioIlustrasi kurang tidur

KOMPAS.com — Pekerjaan yang masih menumpuk atau sedang menghadapi masalah yang butuh perhatian sering menjadi alasan kita mengabaikan tidur.

Nyatanya, kekurangan tidur justru akan membuat masalah semakin buruk, belum lagi efeknya pada kesehatan.

“Tidur bukan kemewahan, melainkan keharusan,” ungkap direktur departemen kedokteran tidur di Cleveland Clini, Michelle Drerup.

 “Jam tidur yang hilang mengurangi kualitas kesehatan lebih besar dari yang disadari.”

Sebuah kajian terhadap 16 penelitian tidur, misalnya, menemukan orang yang durasi tidurnya kurang dari 6-8 jam per malam risiko kematiannya meningkat hingga 12 persen.

Berikut tujuh efek mengerikan lain dari kekurangan tidur:

1. Kelelahan

Saat lelah, kamu akan tidur di mana saja. Jika sudah begitu, tubuh kamu mengingatkan untuk segera istirahat, tidak ditunda-tunda.

“Otak membutuhkan tidur untuk mengonsolidasikan ingatan dan melatih peristiwa penting, memproses emosi, dan melakukan sedikit ‘pembersihan’, melalui sistem gimfatik (dalam sistem saraf pusat), setelah seharian sibuk bekerja,” kata psikiater Alex Dimitriu, MD, dari Menlo Park Psychiatry & Sleep Medicine. 

Tanda paling jelas dari kurang tidur adalah kelelahan dan kantuk di siang hari yang berlebihan. Biasanya ditandai dengan tidur atau rasa kantuk di beberapa tempat, seperti transportasi umum, kelas, atau kantor.

Kondisi tersebut sering kali kita lawan dengan minum kopi. Namun, perlu dicatat, penggunaan kafein tidak diperkenankan melebihi dosis rekomendasi—empat cangkir per hari. 

Baca juga: Gemetar Setelah Minum Kopi? Mungkin Anda Overdosis Kafein

2. Perubahan suasana hati

“Suasana hati adalah hal pertama yang harus dihadapi saat kurang tidur,” kata Drerup.

Saat kita kurang tidur, kadar kortisol—hormon stres—akan naik. Sebaliknya, tidur malam yang nyenyak secara alami mengurangi kadar kortisol di tubuh.

Agar jadwal tidur kembali ke normal, coba bangun pada waktu yang sama setiap hari, tidur siang sekitar 30 menit dan berolahraga pagi.

3. Berat badan

Saat kurang tidur, sore hari akan terasa berat dan segala camilan terlihat menarik. 

Nah, ada alasan hormonal di balik kondisi tersebut. Kurang tidur dapat menyebabkan berkurangnya kadar leptin, hormon yang membuat merasa kenyang, menurut Christopher Hollingsworth, MD, dokter bedah umum.

“Ketika kamu tidak cukup tidur, tingkat leptin menurun sehingga mudah lapar dan lebih mungkin untuk makan makanan berkalori tinggi. Yang artinya akan ada kemungkinan berat badan naik,” kata Hollingsworth.

4. Halusinasi

Ketika seseorang kekurangan tidur, kondisi paling mungkin terjadi adalah halusinasi. Misalnya saja membayangkan hal-hal yang tidak ada di sana, seperti benda mati berbicara atau bayangan yang mengambil kehidupan mereka sendiri.

Selain mengganggu fokus dan ingatan, halusinasi juga bisa mulai terjadi saat akan tidur atau bangun. 

“Kondisi ini dikenal sebagai halusinasi hypnagogic dan hypnopompic, dan sering dapat mengambil bentuk halusinasi seperti orang hingga suara,” katanya.

Gangguan neurologis lainnya termasuk penglihatan kabur sampai masalah ingatan.

Baca juga: Berapa Lama Manusia Bisa Bertahan Tanpa Tidur?

5. Penyakit jantung

Salah satu risiko kesehatan dari kurang tidur adalah hipertensi alias tekanan darah tinggi.

Menurut Hollingsworth, kurang tidur juga dapat berkontribusi pada peningkatan risiko penyakit terkait jantung lainnya, seperti serangan jantung dan detak jantung yang tidak teratur.

6. Testosteron rendah dan gairah seks menurun

Robert Zembroski, penulis REBUILD, mengungkapkan, kurang tidur pun memengaruhi kadar testosteron.

Dalam satu penelitian kecil, peserta yang tidur lima jam per malam selama seminggu mengalami kekurangan tingkat testosteron, sehingga berefek mengurangi libido.

Selain itu, studi lain juga menunjukkan, kurang tidur menyebabkan jumlah sperma yang lebih rendah dan memengaruhi kemampuan gerak sperma.

7. Respons lambat

Saat kekurangan tidur, respons kamu pun lebih lambat.

"Kekurangan tidur dapat menyebabkan rasa disorientasi. Kita dapat kehilangan jejak waktu hingga soal tempat," kata Zembroski.

"Mungkin lebih serius, kurang tidur juga dapat mengurangi waktu respons." 

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Sumber menshealth
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X