Kompas.com - 27/09/2018, 15:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Remaja cenderung mencari jawaban dari rasa ingin tahunya akan kesehatan reproduksi dan seksualitas di internet. Dibutuhkan situs yang menyediakan informasi kesehatan remaja yang terpercaya.

Menurut dr.Francisca Handy Agung, Sp.A, remaja menghadapi banyak perubahan baik secara fisik mau pun psikis. Namun, kebanyakan remaja enggan mencari informasi kepada orangtua atau gurunya.

"Mereka merasa membutuhkan privasi sehingga lebih suka mencari informasi sendiri secara online," katanya dalam acara peluncuran situs Dokter Gen Z di Jakarta (27/9).

Dengan mencari di mesin pencarian Google, ribuan informasi akan tersaji, namun tidak semuanya berasal dari sumber terpercaya.

Penyanyi Tasya Kamila mengatakan, ketika remaja ia juga sering mencari informasi seputar kesehatan reproduksi di internet.

"Kalau mau tanya ke teman sama-sama tidak tahu, jadi dulu aku sering googling. Karena kalau untuk share ke orangtua atau teman tidak nyaman," ujar Tasya.

Wanita yang baru saja melepas masa lajangnya ini mengatakan, kelemahan internet adalah tidak semuanya adalah informasi yang benar.

"Tidak jelas siapa penulisnya, terkadang hanya blog pribadi. Biasanya aku akan lebih teliti saat membaca berita, apalagi yang heboh. Harus cek dulu ke beberapa sumber sebelum menyebarkannya," katanya.

Dokter online

Untuk memperluas akses informasi kesehatan reproduksi pada remaja, John Hopkins University bekerja sama dengan Hipwee meluncurkan situs Dokter Gen Z.

Dengan tagline "Dokternya Remaja Zaman Now", setiap informasi yang disajikan akan divalidasi oleh dokter dan psikolog.

Menurut CEO Hipwee Nendra Primonik, sekitar setahun berdirinya situs Hipwee yang menyasar remaja ini, banyak keyword yang terkait seks.

"Padahal kami tidak punya konten khusus tentang seks. Akhirnya kami mulai menulis tentang seks dan banyak sekali pembacanya," kata Monik.

Ia menjelaskan, Dokter Gen Z akan menyajikan informasi interaktif terkait remaja, mulai dari kesehatan reproduksi, relasi dan hubungan yang sehat, hingga layanan konsultasi yang dipandu dokter.

"Tantangan kami adalah bisa memberikan informasi yang komperhensif dalam waktu singkat tapi menarik. Kami juga ingin membuat hal-hal yang selama ini dianggap tabu bisa diterima dengan normal," katanya.

Program Dokter Gen Z ini didukung Bill & Melinda Gates Foundation yang bertujuan mendukung program keluarga berencana serta menekan angka pernikahan dini dan kehamilan remaja di Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.