BrandzView

Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Visa

Simak Tips Penting agar Terhindar dari Penipuan saat Berbelanja Online

Kompas.com - 28/09/2018, 12:13 WIB
Ilustrasi berbelanja online. Dok. Visa Ilustrasi berbelanja online.

KOMPAS.com – Lebih dari 14.000 laporan yang masuk ke portal database cekrekening.id merupakan laporan mengenai rekening bank yang mencurigakan dan diduga telah melakukan penipuan (scam).

Hal ini menandakan bahwa seiring perkembangan teknologi, semakin banyak pula modus penipuan di ranah transaksi online (cybercrime). Harga maupun barang palsu dan pencurian identitas merupakan contoh bentuk penipuan yang terjadi di dunia siber.

Saat ini, sudah banyak konsumen yang mulai berbelanja secara online dan melakukan permbayaran digital karena mudah dan dapat dilakukan melalui telepon genggam ataupun laptop. Oleh karenanya, konsumen harus lebih cerdas dan berhati-hati saat berbelanja secara online agar terhindar dari penipuan.

Salah satu tips dari staysafeonline.org, misalnya, sebelum berbelanja di sebuah website, pembeli harus melakukan riset mendalam dulu. Perhatikan review yang ada dan cari tahu apakah ada konsumen lain yang punya pengalaman positif ataupun negatif saat berbelanja di website tersebut.

Supaya Anda tak khawatir, simak beberapa tips lainnya agar tak jadi korban saat belanja online.

Cek perbandingan harga dan situs

Manfaatkan teknologi yang dapat membantu Anda membandingkan harga sebuah produk ataupun layanan.

Bandingkan harga dari berbagai situs sebelum membeli barang agar Anda mendapatkan harga yang terbaik. Anda juga bisa memilih situs, toko, penjual atau merchant yang memiliki reputasi atau review bagus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pahami hak Anda sebagai konsumen

Sebelum bertransaksi, pastikan kalau Anda sebagai konsumen berhak meminta merchant untuk memperbaiki, mengganti, membatalkan, atau mengompensasi barang yang sudah Anda dibeli.

Pastikan bahwa merchant memiliki prosedur yang jelas apabila barang Anda terima bermasalah (misalnya rusak ataupun terjadi kesalahan lain), lalu pastikan pula segala sistem melindungi privasi data diri dan keuangan Anda. Selanjutnya, bacalah syarat dan ketentuan untuk memastikan tidak ada biaya-biaya yang tersembunyi sebelum membeli.

Jangan gunakan Wi-Fi di tempat umum.

Pastikan bahwa Anda menggunakan koneksi internet pribadi yang terjamin keamanannya saat melakukan pembayaran secara online.

Ilustrasi berbelanja online melalui laptop.Dok. Visa Ilustrasi berbelanja online melalui laptop.
Wi-Fi yang berada di tempat umum sangatlah berisiko bagi konsumen dan Anda bisa menjadi target hacker yang dapat mencuri informasi kartu kredit Anda. Anda boleh saja memilih barang-barang yang akan dibeli dan memasukkannya ke dalam shopping cart, tetapi jangan lakukan transaksi apa pun.

Transaksi pembelian sebaiknya menggunakan koneksi internet pribadi yang terjamin keamanannya sehingga dapat melindungi diri dari upaya peretasan atau penipuan kartu kredit.

Waspada penipuan

Pastikan Anda berada pada situs yang aman dan tepercaya dengan mengecek kalau alamat web dimulai dengan https: //. Ini menjadi penentu bahwa Anda berada pada situs yang aman.

Lambang gembok yang berada di samping address bar juga merupakan sebuah indikator keamanan situs tersebut. Lihat pula fitur keamanan lainnya, seperti fitur Verified by Visa, yang dapat memberikan perlindungan ekstra saat berbelanja online.

Fitur tersebut memiliki teknologi yang berfungsi memberi lapisan keamanan identitas waktu transaksi online berlangsung.

Pastikan pembayaran aman

Seiring dengan semakin populernya belanja online, tantangan terhadap keamanan pembayaran juga menjadi semakin serius.

Pastikan keamanan transaksi saat berbelanja online.Dok. Visa Pastikan keamanan transaksi saat berbelanja online.
Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia, Riko Abdurrahman, menegaskan bahwa keamanan merupakan aspek yang sangat penting dalam sistem pembayaran online.

”Visa selalu memastikan bahwa seluruh jaringan kami dilindungi oleh sistem keamanan tingkat tinggi dan kami terus mengembangkan teknologi canggih seperti tokenisasi, biometrik, enkripsi point-to-point, dan EMV chip. Konsumen juga dapat mencegah penipuan dengan mengikuti tips keamanan, hanya berbelanja dari penjual online terkemuka, selalu merahasiakan informasi kartu pembayaran, secara rutin memeriksa bukti transaksi, dan melaporkan transaksi yang mencurigakan kepada pihak bank.” ujar Riko.

Rahasiakan informasi pribadi

Biasanya, situs belanja online tak akan meminta Personal Identification Number (PIN) kartu kredit konsumen. Maka dari itu, penting untuk rahasiakan informasi pribadi, termasuk nomor PIN, kata sandi, dan informasi rahasia lain.

Saat memasang nomor PIN, gunakan kombinasi nomor yang sulit ditebak orang lain dan hindari menggunakan ulang tahun atau alamat rumah. Jangan pula memakai fitur "save password" di browser yang Anda gunakan dan secara rutin melakukan pemeriksaan virus pada komputer Anda untuk memastikan bahwa Anda aman dari software yang berbahaya.

Ilustrasi transaksi belanja online.Dok. Visa Ilustrasi transaksi belanja online.
Simpan semua struk pembayaran

Simpan dan periksa kembali semua bukti pembayaran dan cocokkan dengan catatan pengeluaran. Apabila menemukan adanya transaksi yang janggal, segera hubungi bank penerbit kartu.

Kebiasaan ini juga dapat berguna untuk memantau pengeluaran secara efektif sehingga Anda tidak boros berbelanja.

Utamanya, keseluruhan perilaku ini penting diterapkan saat berbelanja online agar konsumen tak mudah kena penipuan.

Melalui berbagai sikap waspada yang telah disebutkan di atas, Andapun bisa berbelanja online dengan aman dan nyaman.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.