Makanan Manis Bisa Bikin Kita Lapar Terus Lho. Apa Sebabnya? - Kompas.com

Makanan Manis Bisa Bikin Kita Lapar Terus Lho. Apa Sebabnya?

Kompas.com - 04/10/2018, 10:25 WIB
Ilustrasi makanan manisOcusFocus Ilustrasi makanan manis

KOMPAS.com - Makanan dan minuman manis memang enak di lidah. Sayangnya, kebanyakan mengonsumsi makanan dan minuman manis bisa berdampak buruk pada angka timbangan berat badan.

Bukan cuma tinggi kalorinya, ternyata makanan dan minuman manis akan membuat kita jadi lapar terus dan akhirnya makan lagi. Apa penyebabnya?

Untuk menjawab pertanyaan ini, seorang ahli gizi sekaligus Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, MS pun angkat bicara.

“Ternyata ketika kita makan (makanan dan minuman yang mengandung) gula, tubuh akan menekan hormon leptin. Ketika hormon leptin itu ditekan, maka sebenarnya dia menghentikan rasa kenyang di dalam tubuh kita. Sehingga seolah-olah rasanya kita lapar terus,” papar Prof. Ali Khomsan ketika ditemui di Hotel Fairmont Senayan, Jakarta Pusat pada Rabu (3/10).

Leptin adalah hormon dalam darah yang akan berjalan menuju otak. Tugasnya yaitu memberi tahu otak bahwa tubuh sudah mendapatkan nutrisi dan sumber energi yang cukup. Dengan kata lain, leptin berfungsi untuk mengirimkan sinyal pada otak bahwa kita sudah kenyang.

Itulah mengapa setelah makan makanan manis, nanti perut akan merasa lapar lagi. Lebih jauh, Prof. Ali Khomsan juga mengatakan bahwa hal itulah yang membuat orang jadi ngemil semakin banyak.

“Ini karena perut kita seolah-olah tidak ada remnya yang mengatakan bahwa kita sebenarnya sudah cukup kenyang,” ujar Prof. Ali Khomsan.

Baca juga: 10 Kiat Mengontrol Konsumsi Makanan Manis

Bila ini terus-terusan terjadi, yaitu ngemil dan makan tanpa henti, risiko obesitas atau kegemukan pun bisa menghantui siapa saja. Obesitas sendiri adalah pencetus dari berbagai penyakit kronis. Mulai dari diabetes, penyakit jantung, hingga stroke.

Bukan berarti tak boleh

Ilustrasi makanan manishappy_lark Ilustrasi makanan manis
Makanan dan minuman manis memang sebaiknya dibatasi. Apalagi kalau kamu sedang menjaga atau ingin menurunkan berat badan. Namun, bukan berarti kamu tidak boleh mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung gula sama sekali.

Hati-hati, menghindari gula sepenuhnya justru bisa membuat kitaa ngidam makanan manis sehingga lebih sulit untuk mengendalikan nafsu makan.

Sebenarnya kuncinya ada pada pedoman gizi seimbang. Makanan dan minuman manis masih boleh dikonsumsi, tapi sewajarnya saja.

Baca juga: Makanan Manis dan Dampaknya pada Kesehatan Jantung

 

Menurut Kementerian Kesehatan RI, kita sebaiknya tidak mengonsumsi gula (dari berbagai sumber) lebih dari 50 gram sehari. Ini setara dengan 4 sendok makan per hari.

Ingat, batas konsumsi ini bukan cuma berlaku bagi gula pasir. Semua produk pangan yang ditambahkan gula juga perlu kita hitung. Misalnya madu, sirup, camilan manis dalam kemasan, kue, hingga masakan sehari-hari.

Jadi selama kita masih bisa mengendalikan asupan gula, makanan dan minuman manis tidak perlu jadi musuh bebuyutan.


Sumber

Close Ads X