Kompas.com - 04/10/2018, 12:42 WIB
. THINKSTOCK.

1. Beda kepribadian

Ada banyak faktor mengapa menantu dan mertua kerap tidak akur. Salah satunya karena faktor kepribadian, baik menantu maupun mertua.

Tak jarang dua pihak tersebut pun memiliki pola pikir yang berbeda.

Hal ini berimbas pada hal lainnya, seperti perbedaan mencari solusi masalah, perbedaan mengatur rumah, dan sebagainya.

"Ketika menikah, kan, kita enggak pilih mertua, jadi mungkin dapat mertua yang kepribadiannya beda banget, pola pikir beda banget, cara memandang masalah beda banget," ujar dia.

"Perbedaan itu akhirnya menimbulkan friksi," sambung dia.

Perbedaan pola pikir sebetulnya wajar terjadi. Apalagi, menantu dan mertua awalnya berasal dari keluarga yang berbeda bahkan lahir pada era yang berbeda.

2. Belum siap melepas anaknya

Friksi juga bisa terjadi karena orangtua secara psikologis, mental dan emosional belum siap melepas anak perempuan atau laki-lakinya menikah.

Mungkin pula ada perasaan belum bisa menerima menantu tersebut.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.