Lebih Sehat Mana, Teh Hijau atau Teh Hitam?

Kompas.com - 09/10/2018, 09:53 WIB
Ilustrasi teholgakr Ilustrasi teh

KOMPAS.com - Teh adalah minuman yang disukai banyak orang. Selain bisa diminum oleh semua kalangan, teh juga pas untuk diminum kapan pun. Baik di pagi, siang, sore, ataupun malam hari.

Menariknya, ada berbagai jenis teh yang masing-masing memiliki rasa dan manfaat beragam. Di antaranya adalah teh hijau dan teh hitam.

Memang, apa perbedaan teh hijau dan teh hitam? Adakah manfaat khususnya bagi kesehatan?

Kedua teh ini sama-sama berasal dari daun tanaman Camellia sinensis. Perbedaan teh hijau dan teh hitam yang utama adalah proses pembuatannya.

Teh hitam diproses sedemikian rupa melalui fermentasi, sedangkan teh hijau hanya melalui satu kali proses penyaringan. Karena perbedaan dalam pengolahannya, kandungan kedua teh ini pun berbeda.

Baca juga: Dari 5 Jenis Teh Ini, Mana yang Paling Sehat?

Teh hijau

Ilustrasi teh hijau.Thinkstockphotos Ilustrasi teh hijau.
Teh hijau dikenal sebagai sumber antioksidan polifenol yang kuat, khususnya epigallocatechin-3-gallate (EGCG). Itulah mengapa teh hijau dipercaya punya segudang khasiat untuk menunjang kesehatan tubuh.

Manfaatnya mulai dari menghambat perkembangan sel kanker, mengurangi penumpukan plak beta-amyloid di otak pada orang dengan Alzheimer, memberi efek nyaman dan rileks bagi tubuh, hingga bertindak sebagai anti mikroba.

Jika teh hitam dibuat melalui proses fermentasi, maka berbeda dengan teh hijau. Itu sebabnya, teh hijau punya warna yang jauh lebih terang daripada teh hitam.

Baca juga: Benarkah Rajin Minum Teh Hijau Bisa Menurunkan Kolesterol?

Teh hitam

Ilustrasi teh hitamSasaJo Ilustrasi teh hitam
Tidak kalah dengan teh hijau, teh hitam juga memiliki antioksidan polifenol bernama theaflavin. Senyawa ini terbentuk alami selama proses fermentasi berlangsung dan menyumbang sebanyak tiga sampai enam persen dari seluruh kandungan polifenol dalam teh hitam.

Manfaat yang diberikan pun luar biasa. Polifenol ini mampu menunjang produksi antioksidan alami dalam tubuh; melindungi sel lemak dari kerusakan akibat radikal bebas; menurunkan kadar kolesterol dan gula darah tinggi; serta melindungi fungsi jantung dan pembuluh darah.

Proses pembuatan teh hitam pun terbilang unik. Daun teh harus digiling terlebih dahulu sembari terpapar langsung dengan udara guna mengoptimalkan proses fermentasi. Di tahap inilah komponen aktif theaflavin dihasilkan.

Serangkaian proses fermentasi inilah yang menyebabkan daun teh berubah warna menjadi cokelat gelap, disertai dengan perubahan rasa.

Halaman Berikutnya
Halaman:


Sumber

Close Ads X