Kompas.com - 10/10/2018, 10:31 WIB
Ilustrasi media sosial ViewApartIlustrasi media sosial

Rasa iri

Berdasarkan keterangan dari psikolog sosial, Sherry Turkle, seseorang bisa merasa iri dengan citra dirinya di media sosial yang ia bentuk sendiri. Ia menganggap dirinya di media sosial bukan dirinya di kehidupan nyata.

Parahnya, ia iri dengan citra diri yang ia ciptakan sendiri melalui akun media sosialnya.

Kesempurnaan yang ditunjukkan dalam media sosial tidak tercermin dalam realitas diri yang sebenarnya "kosong". Kesempurnaan itu hanya bisa membuat orang lain dan diri kita yang sebenarnya, iri.

Menurut psikoterapi psikoanalitik, Patricia Polledri, 'iri' mengacu pada artian yang sedikit berbahaya.

"Iri bukan hanya menginginkan sesuatu untuk diri kita sendiri, tapi tidak menginginkan orang lain untuk memiliki itu. Iri dilakukan secara diam-diam, menghancurkan, dan licik," ujar Polledri.

Menurut terapis, Dryden, sifat iri yang datang dari konsumsi sosial media, dilatarbelakangi oleh dua faktor: percaya diri yang rendah dan intoleransi terhadap kekurangan diri.

Hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal ini adalah pendidikan yang tepat sejak dini tentang rasa percaya diri.

Baca juga: Batasan Wajar Menggunakan Media Sosial Dalam Sehari

Pertama dengan menerima ketika seseorang memiliki sesuatu yang kita inginkan tapi tidak kita miliki. Selanjutnya meyakinkan diri bahwa kita bisa bertahan tanpa memiliki hal itu.

Terakhir anggapan bahwa nilai diri tidak akan berkurang hanya karena tidak memiliki hal itu.

Cara lain untuk mengatasi faktor timbulnya rasa iri di sosial media dikemukakan oleh Kross.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.