Gangguan Kesehatan Mental Dapat Menimpa Siapa Saja, Ini 10 Faktanya...

Kompas.com - 10/10/2018, 19:54 WIB
Ilustrasi kesehatan mental.Thinkstock Ilustrasi kesehatan mental.

KOMPAS.comKesehatan mental menjadi satu kondisi yang diharapkan oleh setiap orang. Akan tetapi, faktanya sejumlah orang diketahui mengalami gangguan pada kesehatan mentalnya.

Gangguan kesehatan mental memang dapat menyerang siapa saja, di mana saja, dan kapan saja.

Karena itu, Federasi Kesehatan Dunia untuk Kesehatan Mental menjadikan 10 Oktober sebagai Hari Kesehatan Mental Sedunia, agar masyarakat bisa memahami mengenai gangguan kesehatan mental.

Berikut ini 10 fakta seputar kesehatan mental yang dikeluarkan Badan PBB Bidang atau World Health Organization ( WHO).

20 Persen anak dan remaja

Sekitar 20 persen anak-anak dan remaja di dunia mengalami gangguan dan permasalahan mental. Neuropsikiatri (gangguan syaraf dan mental) merupakan salah satu penyebab utama gangguan yang terjadi di kalangan muda.

Lebih dari setengah kasus gangguan mental yang terjadi itu dimulai pada usia sebelum 14 tahun. Gangguan ini terjadi di secara lintas budaya. 

Namun, wilayah-wilayah dengan persentase populasi di bawah 19 tahun tertinggi, justru tercatat memiliki tingkat sumber kesehatan mental yang paling buruk.

Kebanyakan negara dengan pendapatan rendah dan sedang hanya memiliki seorang psikiater anak untuk setiap 1-4 juta penduduknya.

Baca juga: Hindari Depresi dengan Mengenal Kesehatan Mental Sejak Dini

Obat dan zat kimia

Penggunaan obat-obatan yang tidak semestinya menjadi penyebab utama gangguan kesehatan mental di seluruh dunia.

Sekitar 23 persen kematian yang terjadi pada orang yang menderita gangguan kesehatan mental disebabkan oleh penyalahgunaan zat-zat atau obat-obatan kimia.

Bunuh diri

Ilustrasi depresiKatarzynaBialasiewicz Ilustrasi depresi
Lebih dari 800.000 orang setiap tahunnya mati karena bunuh diri. Bunuh diri sendiri menjadi penyebab terbesar ke-2 kematian yang terjadi pada usia 15-29 tahun, setelah penyalahgunaan narkotika dan alkohol.

Terdapat indikasi, setiap remaja yang mati bunuh diri, dimungkinkan diikuti lebih dari 20 persen orang lainnya yang juga melakukan percobaan mengakhiri hidup dengan cara pintas ini.

Sementara itu, 75 persen kasus bunuh diri terjadi di negara yang memiliki pendapatan rendah dan sedang.

Identifikasi dini dan penanganan efektif terhadap pengidap gangguan mental atau stres, menjadi kunci untuk memastikan orang-orang tersebut mendapatkan perhatian yang dibutuhkan.

Halaman:



Close Ads X