Cara Mudah Cegah Penuaan Dini Menurut Riset - Kompas.com

Cara Mudah Cegah Penuaan Dini Menurut Riset

Kompas.com - 11/10/2018, 05:05 WIB
Ilustrasi orang tua bahagiaSiri Stafford Ilustrasi orang tua bahagia

KOMPAS.com - Kabar bak bagi kita semua. Kini, ilmuwan telah menemukan cara mudah untuk melawan penuaan.

Menurut riset yang diterbitkan dalam Nature Medicine oleh University of Minnesota Medical School, perkembangan alami penuaan yang disebabkan oleh sel yang rusak dapat dikurangi dengan mengonsumsi produk yang disebut Fisetin.

Fisetin merupakan produk yang secara alami ada pada buah dan sayuran. Menurut periset, penelitian ini menunjukan kita dapat memperpanjang periode kesehatan, yang disebut rentang kesehatan, bahkan menjelang akhir kehidupan.

Saat kita menua, sel-sel yang rusak menumpuk. Ketika sel-sel ini mencapai tingkat kerusakan tertentu, sel tersebut akan memasuki fase kerusakaan yang disebut penuaan sel.

Sel-sel yang menua ini kemudian melepaskan faktor-faktor peradangan untuk memberi isyarat sistem kekebalan agar membersihkan sel-sel yang rusak itu.

Pada tubuh manusia yang berusia lebih muda, sistem kekebalan tubuh mereka lebih sehat. Oleh karena itu, mereka mampu membersihkan sel-sel yang rusak dengan lebih efisien.

Seiring bertambahnya usia, proses pembersihan ini kurang efektif dan sel yang rusak mulai menumpuk di dalam tubuh.

Pada akhirnya, ini menciptakan peradangan tingkat rendah yang dapat melepaskan enzim perusak jaringan tubuh manusia.

Peneliti Paul Robbins dan Laura Niedernhofer serta peneliti dari Mayo Clinic James Kirkland dan Tamara Tchkonia, menemukan buah-buahan dan sayuran alami yang mengandung Fisetin akan mengurangi tingkat sel-sel yang rusak dalam tubuh manusia.

Baca juga: 5 Produk Perawatan Pria untuk Mencegah Penuaan

Subjek uji mereka adalah tikus berusia tua yang akan mati. Tikus-tikus ini dirawat dengan senyawa fisetin untuk menentukan apakah ada peningkatan dalam kesehatan dan umur.

"Hasil ini menunjukkan kita dapat memperpanjang periode kesehatan, yang disebut rentang kesehatan, bahkan menjelang akhir kehidupan," kata Robbins.

Namun, ia mengatakan masih banyak hal yang menjadi pertanyaan, misalnya mengenai dosis yang tepat.

Sayangnya, periset tak mengetahui bagaimana fisetin mempengaruhi jenis jaringan dan sel yang berbeda dalam hal penuaan.

Menurutnya, riset ini yang pertama kali membuktikan efek fisetin pada bagian tertentu dari sel-sel yang rusak dalam jaringan tubuh.

Dengan kata lain, kita pasti akan beranjak tua. Tapi, dengan mengonsumsi buah dan sayuran mulai saat ini, kita masih bisa memperpanjang harapan hidup tanpa memandang usia.



Close Ads X