Mengenal "Spooning", Pelukan yang "Dongkrak" Keintiman Pasangan

Kompas.com - 11/10/2018, 11:52 WIB
Ilustrasi pasangan  melakukan posisi spooningKatarzynaBialasiewicz Ilustrasi pasangan melakukan posisi spooning

KOMPAS.com - Keintiman pasca hubungan seksual sama pentingnya dengan foreplay. Hanya memeluk pasangan dengan posisi spooning, kedekatan dengan pasangan semakin terjalin.

Spooning merupakan posisi memeluk pasangan dengan berbaring dan meringkuk di belakang pasangan, menirukan posisi sendok yang diposisikan berjajar.

Spooning telah lama dikenal luas, seperti yang terlihat dari karya seni bersejarah yang menggambarkan pelukan erotis dalam posisi berpasangan.

Jadi, apa manfaat spooning? Dan, bagaimana cara yang tepat untuk melakukannya?

Baca juga: Beri Jasa Pelukan, Wanita Ini Hasilkan Puluhan Juta

Ada beberapa hal naluriah yang membuat spooning dapat memicu emosi yang kuat.

Terapis seks dari New York, Amerika Serikat, Sari Cooper, mengatakan, organ terbesar di tubuh kita adalah kulit.

Dorongan utama untuk memiliki kontak antar kulit bagi banyak manusia terjadi karena keinginan kita untuk merasa tenang, terhibur, dan dicintai.

Secara rinci, berikut manfaat spooning bagi pasangan.

1. Relaksasi dan pelepasan hormon

Pelatih seks Pam Costa mengatakan, saat melakukan spooning, kita akan menyadari nafas mulai melambat, dalam, dan sinkron.

"Tidak hanya terasa santai, tetapi juga memicu pelepasan oxycotin, hormon, dan neurotransmitter yang diyakini peneliti terkait dengan perasaan ikatan dan gairah seksual," katanya.

Ada alasan mengapa spooning dapat memberikan ikatan yang baik antara kita dan pasangan.

Halaman:



Close Ads X