Hindari Penggunaan Kosmetik Ilegal, Jangan Tergiur Harga Murah...

Kompas.com - 11/10/2018, 15:40 WIB
Cosmobeaute Indonesia 2018 menghadirkan beragam produk dan inovasi di bidang industri kecantikan, diselenggarakan mulai 11-13 Oktober 2018 di Jakarta Convention Center (JCC).KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Cosmobeaute Indonesia 2018 menghadirkan beragam produk dan inovasi di bidang industri kecantikan, diselenggarakan mulai 11-13 Oktober 2018 di Jakarta Convention Center (JCC).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kosmetik menjadi salah satu produk yang banyak digandrungi oleh masyarakat saat ini, terutama kaum hawa.

Namun, mudahnya menemukan dan membeli kosmetik tak diiringi dengan pemahaman yang cukup soal kosmetik.

Nyatanya, masih banyak masyarakat yang membeli kosmetik ilegal.

Direktur Pengawasan Kosmetik Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Arustiyono mengatakan, dalam enam bulan terakhir sudah ditemukan produk kosmetik ilegal bernilai ratusan miliar Rupiah.

"Masyarakat harus kita edukasi seceparnya karena masih banyak yang menyenangi produk kosmetik ilegal."

Hal itu diungkapkan Arustiyono ketika menghadiri acara Cosmobeaute Indonesia 2018 di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (11/10/2018).

Baca juga: Kosmetik dalam Kemasan Batik demi Cinta Budaya Indonesia

"Misalnya, beli melalui internet atau kita cek ternyata yang di-endorse para artis ternyata tidak terdaftar, tidak punya nomor notifikasi," tutur dia.

Banyak orang menilai kosmetik hanya sebagai pemakaian luar, sehingga tak masalah jika menggunakan produk apa saja.

Masyarakat, kata Arustiyono, pada umumnya juga menyukai kosmetik yang mudah didapat dan murah.

Padahal, kosmetik ilegal juga bisa mengandung bahan yang berbahaya tubuh, sehingga harus dihindari.

Arustiyono menceritakan salah satu kisah siswi SMA di Samarinda yang setiap hari di sekolah selalu memakai masker. Ketika ditanyakan alasannya, siswi tersebut selalu mengaku sedang terkena flu.

Baca juga: Penyebab Kita Gampang Tertular Flu

Padahal, anak itu mengalami masalah kulit akibat salah pemakaian kosmetik hingga pipinya menghitam.

Direktur Pengawasan Kosmetik Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Arustiyono ketika menghadiri acara Cosmobeaute Indonesia 2018 di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (11/10/2018). KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Direktur Pengawasan Kosmetik Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Arustiyono ketika menghadiri acara Cosmobeaute Indonesia 2018 di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (11/10/2018).

Memang, penggunaan kosmetik dengan bahan berbahaya bisa menimbulkan beragam masalah kulit. Seperti infeksi, penuaan dini, alergi, kerusakan kulit, dan lainnya.

Halaman:



Close Ads X