Kompas.com - 12/10/2018, 07:17 WIB
Ilustrasi anak gemuk kwanchaichaiudomIlustrasi anak gemuk
Editor Wisnubrata

KOMPAS.com - Jika anak sudah masuk kategori obesitas, tandanya orangtua perlu mengubah gaya hidup si kecil. Pasalnya, obesitas meningkatkan risiko anak terkena berbagai masalah kesehatan seperti diabetes hingga penyakit jantung.

Agar anak tetap sehat, orangtua tidak lagi bisa asal dalam menyajikan makanan. Pola makan anak obesitas perlu benar-benar dijaga agar berat badannya tidak terus bertambah.

Sebelum menerapkan perubahan pola makan, kita perlu mengetahui lebih dulu batasan obesitas pada anak usia sekolah. Kita bisa memakai tiga klasifikasi yang digunakan dari Center for Disease Control and Prevention (CDC) 2000, International Obesity Task Force (IOTF) 2006, atu World Health Organization (WHO) 2006.

Baca juga: Mengatur Pola Diet, Kunci Utama Dalam Mengatasi Obesitas

Menurut dr. Raissa Edwina Djuanda, M. Gizi, Sp.GK. salah satu contoh bagaimana menentukan status gizi obesitas memakai kurva dari CDC 2000 adalah dengan rumus sebagai berikut:

Berat badan anak yang sebenarnya dibagi dengan berat badan ideal berdasarkan tinggi badan dikali 100 persen

(BB sebenarnya/BB ideal x 100%)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

  • Jika hasilnya 110-120 persen maka anak masuk kategori overweight (kelebihan berat badan).
  • Jika hasilnya lebih dari 120 persen, maka anak masuk kategori obesitas.

Cara ini memang cukup rumit dan membutuhkan ketelitian. Pasalnya, untuk menentukan BB ideal sendiri perlu dilakukan perhitungan khusus. Oleh karena itu, sebaiknya kita meminta bantuan dokter anak atau dokter gizi klinik untuk menilainya.

Apa yang terjadi jika anak dibiarkan makan sembarangan?

Ilustrasi anak dengan burger dan kentang gorengKatarzynaBialasiewicz Ilustrasi anak dengan burger dan kentang goreng
Kita tidak bisa menyepelekan efek yang terjadi jika anak obesitas tetap makan sembarangan. Banyak risiko masalah kesehatan yang dapat menyerang buah hati, seperti:

  • Peningkatan tekanan darah dan kolesterol yang mengganggu fungsi jantung serta pembuluh darah.
  • Gangguan toleransi glukosa, resistensi insulin, dan diabetes.
  • Sumbatan jalan napas saat tidur (obstructive sleep apnea) dan asma.
  • Gangguan pada sendi dan otot.
  • Perlemakan hati, batu empedu, hingga penyakit gastroesophageal reflux (GERD).
  • Masalah kulit seperti rentan terkena infeksi jamur dan jerawat yang berlebihan.
  • Sindrom ovarium polikistik (PCOS).
  • Gangguan psikologis seperti menarik diri dari lingkungan sekitarnya, masalah kecemasan, hingga depresi.

Baca juga: Apa yang Menyebabkan Anak Gemuk dan Bagaimana Mencegahnya?

Pola makan anak obesitas yang perlu diterapkan

Halaman:


Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.