Mengapa Berat Badan Stuck Meski Rutin Olahraga dan Makan Sehat?

Kompas.com - 13/10/2018, 13:02 WIB
Ilustrasi timbanganCreatas Images Ilustrasi timbangan

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyak orang rutin berolahraga dan mengatur pola makan untuk menurunkan berat badan. Tujuannya tak lain agar memiliki tubuh yang lebih langsing dan sehat.

Olahraga yang dipilih bisa beragam. Mulai dari lari, yoga, hingga latihan beban di pusat kebugaran. Pola makan pun diatur menggunakan berbagai jenis diet.

Namun, tak sedikit yang masih kesulitan menurunkan berat badan. Berat badan stuck alias mandek di angka tertentu, padahal mereka menganggap usaha yang dilakukan sudah maksimal.

Apa penyebabnya?

Nutrisionis olahraga tersertifikasi, Alvin Hartanto menyebutkan setidaknya ada empat hal yang harus ditinjau kembali.

1. Asupan kalori

Ilustrasi menghitung kalorijuststock Ilustrasi menghitung kalori
Mereka yang ingin menurunkan berat badan seringkali memilih metode kalori defisit, yakni kalori yang masuk lebih sedikit daripada yang dikeluarkan untuk beraktivitas.

Dengan cara ini, artinya kita harus menghitung kalori dari apa yang kita makan, dibandingkan dengan kalori yang kita keluarkan. 

Namun cara ini perlu ditinjau kembali karena siapa tahu hitungan yang dilakukan justru salah karena kurang pengetahuan soal kalori dalam makanan.

"Anggapnya kalori defisit padahal ternyata kelebihan," kata Alvin ketika ditemui pada acara diskusi di Gran Mahakam Hotel, Jakarta, Jumat (12/10/2018).

Menurutnya, angka kalori adalah sesuatu yang tidak pasti. Bahkan angka kalori yang dikeluarkan dari Ilmu Gizi bisa saja tidak akurat.

"Karena tesnya enggak pakai badan manusia, jadi mungkin beda. Misal apel yang aku makan sama yang dimakan orang lain itu beda kalorinya," ujar Alvin.

"Jadi, faktornya (berat badan stuck) bisa salah hitung atau salah cari data (kalori)."

Halaman:



Close Ads X