Diet "Intermittent Fasting" Diklaim Atasi Diabetes

Kompas.com - 17/10/2018, 14:21 WIB
Ilustrasi bopavIlustrasi

KOMPAS.com - Diet puasa intermittent (Intermittent Fasting) menjadi tren terbaru untuk menurunkan berat badan.

Testimoni akan efektivitas diet yang membolehkan kita makan apa saja pada waktu tertentu ini membuat banyak orang tertarik mencobanya.

Menurut sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal kesehatan BMJ Case metode diet puasa intermiten juga mampu mencegah penyakit diabetes tipe dua.

Kesimpulan awal ini dihasilkan dari penelitian terhadap tiga pasien diabetes yang melakukan diet intermittent terencana dan dalam pengawasan dokter.

Hasilnya, diet ini mengurangi kebutuhan pasien akan insulin.

Selama ini pasien diabetes disarankan untuk aktif bergerak, menjaga pola makan, serta rutin memeriksa dan mengontrol gula darah. Namun, nasihat ini ternyata sulit dijalankan para pasien.

Sementara itu, konsumsi obat-obatan diabetes juga hanya mengatasi gejalanya, bukan penyakitnya.

Baca juga: Banyak Orang Tak Sadar Derita Diabetes

Lewat penelitian awal ini, tim peneliti ingin membuktikan apakah pola diet ini bisa berdampak positif bagi kesehatan orang diabetes.

Uji coba praktik diet dilakukan pada tiga pria berusia 40 dan 67 tahun. Ketiganya mengonsumsi obat diabetes dan juga insulin secara teratur. Pasien juga menderita tekanan darah tinggi dan kolesterol.

Dua dari tiga pasien menjalani puasa selama 24 jam penuh, yaitu hanya makan malam dan baru makan lagi pada keesokan malam. Puasa seperti ini biasanya diterapkan dua kali dalam seminggu.

Halaman:


Sumber DMarge
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X