Kompas.com - Diperbarui 14/04/2022, 09:43 WIB

KOMPAS.com - Mendapatkan pekerjaan bukan hal yang mudah. Apalagi, jika ini adalah momen pertama kita terjun di dunia kerja.

Kabar baiknya, menurut laman New York Fed, dalam satu dekade ini tersedia peluang kerja tertinggi bagi generasi milenial.

Jadi, yang kita perlukan adalah membuat resume sebaik mungkin untuk mempromosikan keterampilan kita.

Pakar karir memaparkan apa saja yang harus kita lakukan untuk membuat CV yang menarik.

Dilansir dari Independent, berikut empat hal yang harus kita perhatikan saat membuat resume.

1. Foto

Para ahli setuju kita harus menampilkan foto dalam resume. Namun, ada beberapa perkecualian mengenai pemasangan foto dalam resume.

Robin Schlinger, pakar pembuat resume mengatakan, kita tak perlu memasang foto jika kita seorang model atau orang terkenal.

Ahli karir bernama Carolyn Betts Fleming juga sependapat dengan hal ini.

Ia juga mengatakan jika kita tak perlu memasang foto asalkan menyertakan tautan profil Linkedln agar orang lain bisa melihat foto kita.

Cara ini terbilang efektif karena dengan jumlah ruang yang terbatas, tidak mungkin menambahkan foto.

Baca juga: Cukup Modal Ponsel, Foto di Museum Bisa Kece, Simak Tipsnya

2. Tujuan karir

Fitur resume yang dulu populer ini sekarang sudah usang. Para ahli merekomendasikan untuk beradaptasi dengan iklim pencarian kerja saat ini dan tak usah menuliskannya.

Erin Kennedy, CEO di Professional Resume Services mengatakan hal nomor satu yang akan tampak menonjol dalam resume adalah tujuan seseorang bekerja.

"Namun, menuliskan tujuan karir pada resume itu berlaku di tahun 1990an," ucapnya.

Ia bercerita jika pada zaman tersebut, ia selalu menuliskan tujuannya pada resume yang ia pakai untuk melamar kerja.

Sebaliknya untuk jaman sekarang, ia merekomendasikan untuk menulis “ringkasan karir” dan menambahkan lima atau enam kalimat yang merangkum pencapaian dan keterampilan.

Pelatih manajemen karir bersertifikat Joellyn Wittenstein Schwerdlin, juga menyarankan kita agar tak menuliskan tujuan karir.

"Tinggalkan tujuan karir seperti 'mencari posisi yang menantang dalam organisasi progresif' atau apa pun yang terdengar mirip dengan itu," katanya.

Menurutnya, manajer tidak peduli dengan apa yang diinginkan kandidat. Mereka peduli dengan masalah yang bisa diselesaikan kandidat untuk perusahaannya.

Ms Schwerdlin mengatakan pencari kerja harus mempertimbangkan mengganti tujuan dengan "judul utama" yang menunjukan profesi atau bidang yang digeluti oleh kandidat.

Ini bisa berupa hal-hal yang mencerminkan profesionalisme dan pengalaman kandidat, seperti manajer toko ritel, programmer komputer, spesiali aplikasi berbasis web, eksekutif nirlaba, guru sekolah dasar, dan sejenisnya.

"Di bawah judul itu harus berupa paragraf singkat yang merangkum dan mendukung pengalaman kerja kandidat dalam profesi atau industri tersebut.

Baca juga: Ibu Rumah Tangga Adalah Profesi Terberat Dibanding Pekerjaan Lainnya

3. Menulis data orang yang memberi refrensi

Sama seperti menulis tujuan, cara ini juga sudah kuno.

Menurut Georgia Adamson, CEO dari A Success Success Career, menulis data orang pemberi refrensi adalah hal yang tidak perlu dan memakan ruang yang berharga.

“Saya belum menggunakannya dalam 15 tahun lebih,” katanya.

Baca juga: Mengatasi Gangguan Tidur Akibat Kebagian Shift Kerja di Malam Hari

4. Keterampilan yang tidak perlu atau tidak relevan

Resume seharusnya selalu diperbarui dan mencerminkan keterampilan yang akan membuat kita cocok untuk pekerjaan tertentu.

Jadi, resume yang kita tulis harus menyertakan atribut yang menunjukkan kita akan membantu perusahaan yang kita tuju, bukan yang diharapkan memiliki pengetahuan tentang kandidat.

"Pencari kerja tidak boleh memasukkan apa pun ke dalam resume yang terlihat 'ketinggalan zaman',"ucap Adamson

Menurutnya, hal yang ketinggalan zaman itu bisa berupa teknologi yang ketinggalan zaman dan keterampilan komputer yang sudah usang.

Pelatih karir eksekutif bernama Jane Cranston mengatakan hal nomor satu yang harus ditinggalkan saat membuat resume adalam menulis kemampuan Microsoft Office.

“Jika kita berpikir itu adalah kemampuan yang hebat, itu menandakan kita hanya tahu sedikit tentang teknologi di tempat kerja,” kata Cranston.

Cranston juga merekomendasikan meninggalkan keterampilan yang berhubungan dengan kegiatan traveling atau teater.

"Semua orang mengatakan itu, namun tidak ada yang peduli," katanya.

Baca juga: Kemudahan Kerja Fleksibel Paling Dicari Pekerja

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.