Orang Egois Cenderung Punya Gaji Lebih Sedikit

Kompas.com - 19/10/2018, 09:00 WIB
Kenali kapan tubuh dan pikiran Anda dalam kondisi optimal. ThinkstockKenali kapan tubuh dan pikiran Anda dalam kondisi optimal.

KOMPAS.com - Orangtua selalu menasehati kita agar tak memelihara sifat egois dalam diri. Selain dinilai buruk secara sosial, sifat egois juga merugikan dalam hal karir.

Sebuah penelitian psikologi di Stockholm, Swedia, mengungkap, orang egois alias mementingkan diri sendiri cenderung memiliki anak lebih sedikit dan gaji lebih rendah.

Konsep orang yang egois mengumpulkan lebih banyak uang karena hemat adalah omong kosong.

Sebaliknya, orang yang terlibat dalam perilaku tanpa pamrih, sebenarnya lebih mungkin menerima pendapatan lebih tinggi dan memiliki keluarga yang lebih besar.

Kesimpulan itu berdasarkan studi yang fokus pada keegoisan dari sudut pandang ekonomi dan evolusi.

Riset dilakukan dengan menganalisis empat studi utama dengan responden dari 60.000 orang Amerika dan Eropa, yang mengukur keegoisan melalui sikap dan perilaku yang dilaporkan.

Baca juga: Orang Baik Mudah Bangkrut, Percaya?

Penelitian dilakukan berkat kerja sama dengan Institute for Futures Studies dan University of South Carolina, untuk melihat bagaimana keegoisan berkaitan dengan pendapatan dan kesuburan.

Kimmo Eriksson, selaku pemimpin riset, mengatakan mereka yang memiliki sifat murah hati atau tidak egois memiliki jumlah anak yang paling banyak dan gaji tertinggi. Walau soal pendapatan besar ini hanya ditemukan pada orang yang murah hati dalam skala moderat.

Peneliti percaya keuntungan memiliki sifat murah hati ini berasal dari kuatnya hubungan sosial yang dimiliki.

Walau begitu, penelitian ini hanya menemukan hubungan sebab akibat antara sifat egois dan pendapatan.

"Penelitian berikutnya harus menggali lebih dalam alasan mengapa orang yang murah hati bisa memiliki anak yang lebih banyak dan gaji lebih tinggi," ucap Brent Simpson, salah satu periset.

Ini bukan pertama kalinya hubungan antara kekayaan dan keegoisan. Riset University of California 2017 menemukan orang-orang dengan pendapatan rendah cenderung menemukan kebahagiaan pada orang lain.

Kebahagiaan itu mereka dapatkan melalui perasaan cinta dan kasih sayang. Sementara itu, orang kaya menemukan kebahagiaan lewat sifat yang melibatkan diri, seperti kebanggaan.

Baca juga: 6 Bahasa Tubuh yang Mendatangkan Kebaikan Hidup

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X