Malas Olahraga Lebih Berbahaya daripada Merokok

Kompas.com - 22/10/2018, 10:45 WIB
Ilustrasi olahragajacoblund Ilustrasi olahraga

KOMPAS.com - Aktif berolahraga tak dapat diragukan lagi manfaatnya bagi kesehatan. Bahkan, orang yang tak aktif berolahraga memiliki risiko kesehatan yang lebih buruk daripada merokok, penyakit diabetes dan jantung.

Dokter spesialis jantung Wael Jaber, menyebut studi terbaru mengenai efek tak berolahraga rutin "sangat mengejutkan".

Malas berolahraga berkolerasi dengan kematian dini.

"Kami belum pernah melihat sesuatu yang diucapkan seperti ini dan seobjektif ini," ucapnya.

Peneliti mempelajari kembali hasil penelitian yang melibatkan 122.007 pasien yang menjalani tes treadmill di Cleveland Clinic antara 1 Januari 1991 dan 31 Desember 2014.

Tes tersebut bertujuan untuk mengukur penyebab kematian yang berkaitan dengan manfaat olahraga dan kebugaran. Sekitar 12 persen peserta memiliki aktivitas olahraga yang paling rendah.

Responden yang tidak melakukan hal maksimal pada tes treadmill punya risiko dua kali lipat gagal ginjal.

Jika dibandingkan, risiko mereka yang rutin olahraga dengan yang malas, sangat nyata bedanya.

Riset ini terbilang akurat karena tim peneliti terjun langsung untuk meneliti aktivitas olahraga peserta, bukan hanya sekedar menerima laporan.

Jaber mengatakan olahraga aerobik direkomendasikan untuk membuat tubuh bugar dan hidup lebih lama.

Baca juga: Pola Diet saat Sedang Cuti Olahraga

Riset sebelumnya menyebutkan olahraga terlalu keras mungkin memiliki risiko kematian yang lebih tinggi. Tapi, riset ini berhasil menunjukan hal sebaliknya.

"Tidak ada tingkat olahraga atau kebugaran yang membuat kita berisiko," katanya.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X