Kompas.com - 25/10/2018, 07:00 WIB
Ilustrasi anak susah makan. ThinkstockphotosIlustrasi anak susah makan.

KOMPAS.com — Idealnya, anak selalu bersemangat saat makan dan mau mengonsumsi sayur dan buah. Faktanya, membuat anak mau makan lahap bukan perkara mudah.

Menurut penelitian yang dimuat dalam Jurnal Gizi 2018, sekitar 52,4 persen anak usia pra-sekolah di Indonesia picky eater alias pemilih makanan.

Anak yang picky eater cenderung hanya mau mengonsumsi makanan yang itu-itu saja. Walau membuat orangtua "pusing", sebenarnya kondisi ini adalah fase normal dalam perkembangan anak.

"Memang di usia pra-sekolah ada periode picky eater, terutama tidak mau sayur dan buah," kata Prof Dr Rini Sekartini, Sp.A (K), dalam acara media edukasi yang diadakan SOHO Global Health di Jakarta (19/10).

Picky eater, lanjut Rini, juga bisa dicirikan dengan anak menolak makan dalam jumlah yang cukup atau hanya mau satu jenis makanan dalam satu kelompok gizi.

"Misalnya untuk protein ia maunya hanya ayam saja, atau ada anak yang karbohidratnya cuma mau makan nasi goreng," kata Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia cabang DKI Jakarta ini.

Aktris Nagita Slavina dan putranya, Rafathar.Dok Soho Global Health Aktris Nagita Slavina dan putranya, Rafathar.
Kondisi itu juga dialami aktris Nagita Slavina. Putranya, Rafathar Malik (3), pernah hanya mau mengonsumsi makanan tertentu saja.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Rafathar cuma mau minum susu, makan udang dan daging saja. Saya khawatir dia kurang gizi," kata Gigi, panggilan akrab Nagita.

Harus diubah

Anak suka pilih-pilih makanan, menurut Rini, terjadi karena berbagai faktor. Misalnya saja kepribadian anak yang takut mencoba hal baru, orangtua tidak memberi contoh, serta tekanan saat proses makan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.