Jauhi 8 Kebiasaan Ini Agar Terhindar dari Diabetes - Kompas.com

Jauhi 8 Kebiasaan Ini Agar Terhindar dari Diabetes

Kompas.com - 25/10/2018, 13:15 WIB
Ilustrasi tes gula darah pada pasien diabetes.Getty Images/iStockphoto Ilustrasi tes gula darah pada pasien diabetes.

KOMPAS.com - Kadar gula darah sangat tinggi dapat menyebabkan penyakit diabetes. Ada dua tipe diabetes, yakni tipe 1 yang disebabkan rusaknya pankreas, biasanya terjadi pada usia anak-anak dan diabetes tipe 2 yang disebabkan karena gaya hidup tidak sehat.

Menurut Asosiasi Diabetes Amerika, sekitar 1 dari 4 orang beresiko diabetes. Kita bisa menghindari risiko tersebut dengan mengubah gaya hidup.  Mulailah dengan menghindari 8 hal ini:

1. Merokok

Menurut sejumlah studi merokok membuat tubuh lebih kebal terhadap insulin, hormon yang menjaga gula darah tetap normal.

2. Penggunaan obat-obatan rekreasional

The Global Diabetes Community mencatat, stimulasi obat-obatan rekreasional tertentu dapat meningkatkan level gula darah. Jika dikonsumsi rutin, level gula darah yang tinggi bisa menyebabkan resistensi insulin dan diabetes tipe 2.

Amfetamin, komponen MDxx dan obat-obatan ADHD bisa meningkatkan level gula darah dan membuat kita berisiko mengalami diabetes tipe 2.

3. Pengobatan

Menurut GlobalRPH, steroid, obat anti-adhd, anti-psikotik, beberapa obat asma, dan obat-obatan lainnya bisa memicu peningkatan gula darah.

Namun, obat-obatan tersebut digunakan untuk keperluan kesehatan. Cobalah berkonsultasi dengan dokter dan apoteker untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga: Banyak Orang Tak Sadar Derita Diabetes
4. Stres kronis

Periode emosional dan stres fisik berkepanjangan bisa menyebabkan kenaikan level gula darah.

Menurut Pusat Belajar Diabetes di University of San Fransisco, ketika tubuh merespons stres, gula dilepaskan ke dalam darah untuk membantu agar energi dalam tubuh mencukupi.

"Stres akan membuat gula darah naik dan lebih sulit untuk dikontrol," tulis organisasi tersebut.

5. Pola makan

Konsumsi makanan dengan kadar gula tinggi, termasuk karbohidrat, akan berdampak signifikan terhadap berat bdan dan risiko diabetes.

Batasi asupan karbohidrat sederhana seperti nasi, mi, atau roti putih, dan gantilah dengan karbohdirat kompleks yang akan dicerna lebih lambat.

6. Kurang olahraga

Seseorang yang jarang bergerak cenderung tak bisa mengontrol kenaikan gula darah tubuhnya.

Tipe olahraga yang dilakukan juga sangat berpengaruh. Disarankan untuk menggabungkan olahraga ketahanan dengan olahraga resistensi. Olahraga interval intensitas tinggi (HIIT) dinilai bisa mengurangi risiko diabetes yang dialami orang dewasa.

7. Kolesterol tinggi

Level kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL) yang tinggi memengaruhi kontrol gula darah. Sementara itu, level kolesterol baik atau high-density lipoprotein (HDL) yang rendah juga bisa meningkatkan risiko diabetes. Meskipun sejumlah studi juga melihat hasil yang sebaliknya.

Oleh karena itu, penting untuk melakukan pengecekan kolesterol dan pastikan menjalani pola hidup sehat agar kolesterol tetap pada angka normal.

8. Mengabaikan gejala pre-diabetes

Pre-diabetes dapat didefinisikan sebagai kondisi dimana kadar gula darah cukup tinggi atau di atas normal tetapi tidak menenuhi kriteria diabetes.

Meskipun Mayo Clinic menjelaskan minimnya gejala spesifik pre-diabetes, namun dalam beberapa kasus, mereka yang masuk kategori pre-diabetes dapat mengalami intensitas buang air kecil yang lebih sering, sering kehausan dan bercak kecokelatan pada kulit.

Jika kamu merasakan gejala ini, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.

Apalagi, meskipun ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mengurangi risiko diabetes, penyakit tersebut juga disebabkan sejumlah faktor keturunan. Seperti ras, genetik, sejarah keluarga, serta kondisi medis lainnya.



Close Ads X