Sandal Gunung Bukan untuk Mendaki Gunung, Ini Fungsinya

Kompas.com - 29/10/2018, 18:34 WIB
. Getty Images/iStockphoto.

BANDUNG, KOMPAS.com – Selama ini masih ada anggapan, sandal gunung bisa digunakan untuk mendaki gunung. Padahal, sandal tidak cocok untuk mendaki gunung, bahkan berbahaya.

Sandal gunung itu digunakan di atas gunung. Misalnya setelah mendaki dan sampai di basecamp, kita ganti pake sandal gunung lalu memasang tenda.”

Begitu ujar staf Eiger Adventure Service Team, Galih Donikara saat dihubungi Kompas.com, Senin (29/10/2018).

Sandal gunung tetap lebih baik dibanding sandal jepit. Sebab, sandal gunung lebih nyaman dan aman. Sandal memiliki tali sehingga tidak mudah lepas dibanding sandal jepit.

Baca juga: Sandal Jepit pun Bisa Tampil Menawan Sekaligus Nyaman

Namun untuk mendaki gunung dari bawah, pendaki harus mengenakan sepatu. Sepatu yang dikenakan pun harus sesuai dengan medan yang akan ditempuh.

“Sepatu untuk gunung di subtropis seperti yang banyak dijual merek-merek luar, tentunya berbeda dengan hutan tropis,” tambah Galih.

Medan gunung subtropis biasanya bebatuan. Jika sepatu subtropis digunakan di tropis bisa berbahaya.

Sebab, hutan tropis memiliki karakter berlumut atau tanah liat. Jika terkena air sedikit saja, tanahnya menjadi licin dan berlumpur.

“Nah, kalau gunakan sol sepatu untuk gunung subtropis yang berbatuan, tidak akan mencengkram medan yang berlumpur, sehingga bisa tergelincir,” tutur dia.

Baca juga: Amankah Menggunakan Sandal Gunung untuk Mendaki?

Untuk itu, di gunung tropis, sebaiknya menggunakan jungle boots, jenis sepatu yang biasa dikenakan TNI.

Sedangkan, sol sepatu bisa menggunakan jenis panama sol yang lebar dan mencengkram medan licin.

“Jungle boots ini melindungi, memberikan ventilasi juga, terutama jika masuk daerah berair,” ungkap pendaki Wanadri ini.

Selain itu, tinggi jungle boots di atas mata kaki. Itu penting, sebab sepatu gunung harus melindungi pergelangan ataupun mata kaki.

Baca juga: Tips Mendaki Gunung bagi Wanita Milenial ala Adinda Thomas

Hal ini untuk mengurangi cedera di engkel jika terjatuh atau keseleo, serta melindungi dari sengatan binatang melata.

“Itulah mengapa, sebelum ke gunung, cari tahu dulu trek-nya seperti apa. Cuacanya gimana. Jangan pengen gaya pake produk kebarat-baratan, padahal tidak sesuai dengan medan yang akan kita dilalui,” cetus dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X