Kompas.com - 31/10/2018, 07:29 WIB
Sepatu Limber yang diperkenalkan tahun 1966 untuk menyambut olimpiade Mexico. Ini adalah sepatu pertama yang menggunakan garis yang hingga kini menjadi trade mark Onitsuka Tiger dan ASICS. Versi baru sepatu ini dipasarkan dengan nama Mexico 66. Kompas.com/WisnubrataSepatu Limber yang diperkenalkan tahun 1966 untuk menyambut olimpiade Mexico. Ini adalah sepatu pertama yang menggunakan garis yang hingga kini menjadi trade mark Onitsuka Tiger dan ASICS. Versi baru sepatu ini dipasarkan dengan nama Mexico 66.
Editor Wisnubrata

Sepatu Limber adalah sepatu Onitsuka pertama yang menggunakan garis lengkung seperti yang kita kenal sekarang. Sebelumnya, sepatu-sepatu Onitsuka memiliki berbagai bentuk garis, termasuk tiga garis sejajar seperti yang dipakai adidas.

"Saat itu sepatu-sepatu kami ada yang menggunakan tiga garis, ada pula yang empat garis. Branding waktu itu tidaklah seketat saat ini, bahkan kami tidak punya petunjuk khusus," ujar Mr Kayano, yang juga menjadi pencipta sepatu lari seri Asics Gel-Kayano.

Adapun sepatu dengan garis khas seperti yang kita kenal sekarang ini dipasarkan dengan nama Mexico 66, dan menjadi seri paling populer dan paling diminati hingga detik ini. Garis trade mark-nya pun terus digunakan pada sepatu-sepatu Onitsuka Tiger maupun Asics.

Kepopuleran Onitsuka bahkan membuat perusahaan asal AS, Blue Ribbon Shoe Company mengimpor sepatu itu dan menjadi distributor di AS. Belakangan, perusahaan ini membuat sepatu mereka sendiri dan merupakan cikal bakal lahirnya Nike yang menjadi pesaing Onitsuka.

Baca juga: Kisah di Balik Kemiripan Onitsuka Tiger Corsair dan Nike Cortez

ASICS

Tahun 1977, Onitsuka Tiger bergabung dengan perusahaan sepatu GTO dan Jelenk, kemudian ketiganya menjadi ASICS, singkatan dari Anima Sana In Corpore Sano, dalam bahasa Latin berarti dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat.

Sebagai hasil penggabungan tersebut, ASICS mulai fokus pada berbagai macam produk dalam cakupan yang lebih luas, termasuk peralatan ski, baseball, hingga golf. Walau mereka terus membuat sepatu olahraga, namun seri-seri ikonik Onitsuka Tiger mulai tenggelam.

Sayang, beberapa tahun berjalan, bisnis ASICS ikut meredup, sampai pada tahun 90-an perusahan itu merugi sembilan tahun berturut-turut. Penyebabnya beragam, mulai dari kondisi ekonomi sampai munculnya banyak pesaing baru.

Bangkitnya sang Macan

Namun seperti kisah-kisah perjalanan yang heroik dan romantis, ASICS kembali bangkit setelah kembali pada desain-desain ikoniknya. Tahun 2002, nama Onitsuka Tiger bahkan dihidupkan kembali sebagai lini fashion dan lifestyle dari ASICS.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X