Sepatu Pertama Onitsuka Tiger, Seperti Apa Bentuknya?

Kompas.com - 31/10/2018, 11:02 WIB
Sepatu pertama yang dibuat Kihachiro Onitsuka adalah sepatu basket ini. Kompas.com/WisnubrataSepatu pertama yang dibuat Kihachiro Onitsuka adalah sepatu basket ini.
Editor Wisnubrata

KOBE, KOMPAS.com - Kebanyakan orang mengenal Onitsuka Tiger dari sepatu seri Mexico 66 yang hadir dalam berbagai paduan warna. Namun tahukah kamu bahwa sepatu pertama yang dibuat Kihachiro Onitsuka adalah sepatu yang sama sekali berbeda?

Ya, sepatu pertama yang diberi merek Tiger adalah sepatu basket yang mirip tampilan Converse saat ini. Sepatu itu mengunakan bahan kanvas di bagian atas, dan sol dari karet.

Uniknya, ada kisah menarik di balik hadirnya sepatu ini, seperti diceritakan Mr Kayano, pemandu di Museum Asics, Kobe, saat Kompas.com berkunjung ke sana, Rabu (24/10/2019) lalu.

Saat itu, pada tahun 1949, Jepang yang kalah dalam Perang Dunia II diduduki pasukan Sekutu. Tentara-tentara Amerika Serikat yang bertugas di sana membawa serta olahraga kegemaran mereka, antara lain bola basket.

Permainan basket pun lambat laun digemari orang-orang di Jepang, bahkan sekolah-sekolah mulai membentuk tim basketnya masing-masing.

Masalahnya, waktu itu tidak ada pembuat sepatu di Jepang yang khusus memproduksi sepatu olahraga. Jadi orang-orang di sana memakai sepatu seadanya untuk bermain basket. Banyak juga yang memakai sepatu tabi beralas datar khas Jepang.

Baca juga: Kisah Unik Lahir dan Bangkitnya Onitsuka Tiger

Mr Kayano, pemadu di Asics Museum, menunjukkan koleksi awal Onitsuka TigerKompas.com/Wisnubrata Mr Kayano, pemadu di Asics Museum, menunjukkan koleksi awal Onitsuka Tiger
Keadaan itu memberi gagasan pada Kihachiro Onitsuka, seorang veteran perang berusia 32 tahun. Onitsuka yang memang ingin membangkitkan semangat para pemuda Jepang lewat olahraga kemudian mencoba membuat sepatu yang cocok untuk bermain basket.

Awalnya Onitsuka membuat sepatu basket dengan meniru sandal jerami yang sering dipakai orang setempat. Namun desain itu ternyata kurang nyaman dan tidak cocok untuk bermain basket.

Tak patah arang, pria asal Kobe itu kemudian mencari referensi dan masukan dari para guru olahraga dan pemain-pemain basket. Hal semacam itu kini barangkali sudah biasa. Namun di masa lalu, membuat produk berdasarkan masukan para atlet adalah hal yang langka.

"Salah satu masukan yang ia terima adalah keinginan para pemain basket untuk memakai sepatu yang bisa membuat mereka bermanuver dengan lincah. Bisa berhenti-tiba-tiba, bisa berubah arah, atau bergerak dengan cepat," ujar Mr Kayano dengan bahasa Inggris berlogat Jepang.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X