Kompas.com - 04/11/2018, 11:00 WIB
Ilustrasi semangkuk nasi putih. ThinkstockIlustrasi semangkuk nasi putih.

KOMPAS.com - Menurut riset terbaru, ada keterkaitan antara mengonsumsi nasi putih dengan risiko kelebihan berat badan dan penyakit diabetes tipe 2.

Oleh karena itu, mencoba melakukan diet tanpa nasi tentu bisa menurunkan risiko tersebut.

Diet jenis ini bukan berarti harus menghilangkan nasi dari daftar menu makanan sepenuhnya.

Yuk, simak ulasan berikut ini, seputar diet sehat tanpa nasi putih, dan cara mempraktikkannya, seperti dikutip dari laman Alodokter.

Sebelum menjalani diet tanpa nasi, perlu dipahami lebih dulu bagaimana keterkaitan antara nasi putih dengan risiko terkena penyakit diabetes tipe 2.

Baca juga: Gampang Haus Bisa Jadi Ciri Diabetes

Sebuah penelitian menemukan, sering mengonsumsi nasi putih mampu meningkatkan risiko menderita penyakit diabetes tipe 2.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam penelitian lain, disebutkan, risiko ini akan meningkat 10 persen pada orang yang tiap hari mengonsumsi nasi putih dalam porsi besar.

Keterkaitan ini ditemukan terutama pada orang-orang di Asia yang mengonsumsi nasi hingga 3-4 porsi sehari.

Diabetes tipe 2 adalah penyakit kronis yang berdampak kepada cara tubuh mencerna glukosa sebagai sumber tenaga.

Penderita diabetes tipe 2 mengalami gangguan dalam memanfaatkan insulin atau tidak memproduksi insulin dalam jumlah cukup untuk menjaga kadar gula darah tetap normal.

Mungkin kita sering mendengar bahwa penderita diabetes tipe 2 disarankan untuk menjalani diet tanpa nasi.

Baca juga: Diabetes Saat Kehamilan, Harus Bagaimana supaya Tidak Kena?

Namun perlu diketahui, makna dari diet tanpa nasi bukan berarti sama sekali menghilangkan nasi dari menu.

Sebab, yang harus dilakukan adalah mengganti nasi putih dengan sumber karbohidrat lain, seperti nasi merah, misalnya.

Mengganti nasi putih dengan biji-bijian

Cara diet tanpa nasi yang sehat adalah mengganti nasi putih dengan biji-bijian utuh.

Hal ini dipertimbangkan karena nasi putih dapat menyebabkan gula darah naik secara mendadak.

Sedangkan biji-bijian utuh adalah jenis makanan yang mengandung serat terlarut.

Oleh karena serat membutuhkan waktu lebih lama untuk diproses, maka gula akan dilepaskan secara perlahan-lahan, sehingga kadar gula darah menjadi lebih stabil.

Baca juga: Jauhi 8 Kebiasaan Ini Agar Terhindar dari Diabetes

Tak hanya biji-bijian, nasi putih pun bisa diganti dengan nasi merah.

Meski nasi merah dan nasi putih sebenarnya berasal dari biji yang sama, tetapi beras putih diproses dengan penggilingan yang menghilangkan lapisan dedak/kulit padi dan benihnya.

Sementara pada beras merah, lapisan dedak ini tetap ada sehingga bisa menjadikannya terasa lebih keras setelah dimasak, tetapi lebih bernutrisi.

Proses pemurnian inilah yang mengakibatkan beras putih memiliki indeks glikemik yang lebih tinggi dibandingkan beras merah.

Indeks glikemik menunjukkan seberapa cepat makanan tertentu meningkatkan kadar glukosa di dalam darah.

Inilah sebabnya konsumsi nasi putih lebih cepat memicu naiknya kadar gula darah setelah makan.

Pemrosesan ini juga mengakibatkan hilangnya sejumlah vitamin, mineral, magnesium, dan serat yang dapat menurunkan risiko diabetes.

Baca juga: Diet Intermittent Fasting Diklaim Atasi Diabetes

Lengkapi diet tanpa nasi

Diet tanpa nasi juga harus didukung dengan pola makan yang sehat.

Diabetes tipe 2 berhubungan erat dengan kelebihan berat badan, sehingga sangat penting untuk menjaga pola makan secara keseluruhan.

Ditambah lagi, konsumsi terlalu banyak nasi putih dan sumber karbohidrat lain yang memiliki indeks glikemik tinggi, seperti roti putih atau kentang putih, tidak hanya meningkatkan risiko terkena diabetes, tetapi juga penyakit-penyakit lain.

Sebutlah penyakit seperti jantung dan stroke mungkin akan mengintai.

Di samping diet tanpa nasi, lengkapi menu harian dengan sumber-sumber makanan berikut:

- Kacang-kacangan.

- Makanan sumber vitamin C, seperti tomat, stroberi. Mengonsumsi cukup vitamin C mampu mengurangi kadar gula darah puasa dan reaksi peradangan.

- Ikan yang mengandung asam lemak omega-3, seperti salmon.

- Sayur-sayuran hijau, karena kaya akan nutrisi dan antioksidan, namun rendah kalori dan karbohidrat.

- Untuk menjaga agar kadar gula darah tetap stabil, kita juga disarankan untuk membatasi konsumsi makanan olahan, seperti kue atau camilan kemasan.

Baca juga: Banyak Orang Tak Sadar Derita Diabetes

Di samping menerapkan pola makan yang sehat, olahraga teratur serta menghindari kebiasaan buruk, seperti merokok dan mengonsumsi minuman keras, dapat mengurangi risiko diabetes tipe 2.

Selain akibat gaya hidup yang tidak sehat, seseorang yang memiliki anggota keluarga penderita diabetes lebih berisiko mengalami diabetes.

Oleh karena itu, orang dengan riwayat penyakit diabetes dalam keluarga, sangat diharapkan untuk menerapkan gaya hidup yang lebih sehat, termasuk menjaga pola makan.



Sumber Alodokter
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.