Perawatan Wajah Terkini untuk Kulit Kering

Kompas.com - 07/11/2018, 15:00 WIB
IlustrasiPexels Ilustrasi

KOMPAS.com - Kulit kering merupakan salah satu musuh dalam penampilan karena dapat membuat wajah terlihat kusam dan tua. Kini ada perawatan terbaru untuk mengembalikan kelembaban dan kesegaran kulit.

Ada banyak faktor yang membuat kulit kehilangan kelembabannya, misalnya saja paparan sinar matahari, polusi, cuaca yang terlalu panas dan dingin, serta faktor penuaan.

"Di usia 26 tahun produksi asam hialuronat dalam kulit berkurang sehingga kulit menjadi kering, terlihat dehidrasi, dan kurang segar," kata pendiri Youth & Beauty Clinic, dokter Gaby Syerly.

Asam hialuronat (hyaluronic acid) merupakan senyawa yang diproduksi oleh sel kulit kita untuk memberi kelembaban alami. Namun, seiring dengan usia produksinya akan berkurang. Akibatnya, kulit akan terlihat kering dan keriput.

"Asam hialuronat ini seperti magnet yang akan mengikat air, sehingga kulit lebih kenyal dan lembab," papar Gaby.

Walau secara alami dibuat oleh sel-sel kulit, namun saat ini sudah ada teknologi untuk menambah asam hialuronat ke kulit untuk mengembalikan kesegaran wajah. Yang terkini adalah terapi Volite.

"Ini adalah tindakan dengan suntikan pertama yang memberikan hidrasi bagi kulit. Di Hongkong dan Jepang perawatan ini sudah lebih dulu populer. Di Indonesia baru masuk," kata Gaby.

Dokter Gaby Syerly memberikan suntikan volite.Dok Y&B Clinic Dokter Gaby Syerly memberikan suntikan volite.
Ia menjelaskan, injeksi volite berbeda dengan filler walau sama-sama berisikan asam hialuronat.

"Kalau filler kan fungsinya untuk mengisi bagian wajah yang mulai cekung atau mengoreksi bentuk wajah. Nah, kalau volite untuk memperbaiki tekstur kulit sehingga lebih halus, lembut, dan cerah," paparnya.

Berbeda dengan filler, molekul asam hialuronat dalam terapi volite lebih kecil. "Otomatis juga lebih encer dibanding filler sehingga lebih mudah untuk molding," imbuh dokter yang banyak menangani pasien selebriti ini.

Suntikan volite akan diberikan di beberapa titik di seluruh wajah dan penyuntikannya dilakukan di permukaan kulit. Nantinya, asam hialuronat ini akan mengikat air di kulit sehingga penampilan kulit lebih segar.

"Kalau suntikan filler lebih dalam di subkutan, bahkan dermis. Kalau volite ini posisinya di permukaan kulit saja, di intradermal," ujar Gaby.

Secara umum, terapi volite hampir sama dengan skin booster. Bedanya, jika skin booster harus diulang setiap bulan, volite cukup dilakukan sekali dan hasilnya bisa bertahan 9 bulan.

Sebelum tindakan, wajah akan diberi krim anestesi untuk mengurangi nyeri suntikan. Penyuntikannya sendiri tak sampai 30 menit dan setelahnya wajah akan sedikit memerah.

"Memang akan ada sedikit tonjolan di bekas suntikan, tapi dalam beberapa jam akan hilang," kata Gaby.

Hasil dari terapi ini sudah mulai terlihat setelah 10 hari perawatan. Selain di area wajah, penyuntikan juga bisa dilakukan di bagian leher atau pun kulit tangan.

Menurut Gaby, terapi volite tidak disarankan untuk orang yang kulitnya berjerawat atau tipe kulit berminyak yang rentan komedo.

"Fungsi suntikan ini adalah untuk menghidrasi wajah sehingga tekstur kulit lebih halus," katanya.

Setelah perawatan, pasien diwajibkan menggunakan tabir surya dan tidak menggunakan krim malam atau krim yang menyebabkan pengelupasan.




Close Ads X