Hukuman Fisik Bukan Cara Efektif Bikin Anak Disiplin

Kompas.com - 08/11/2018, 07:37 WIB
Ilustrasi. Ilustrasi.

KOMPAS.com - Hukuman fisik untuk anak, apalagi memukul dianggap sebagai cara yang keliru untuk mendisiplinkan anak.

Meski begitu, masih ada sebagian orangtua yang menerapkannya karena berbagai alasan. Salah satu dalih yang dipakai adalah anak terlalu "nakal" dan sulit diatur.

Para dokter anak yang tergabung dalam American Academy of Paediatrics (AAP) kembali mengingatkan orangtua akan dampak negatif hukuman fisik dan hukuman verbal terhadap anak.

Hukuman berupa memukul bokong (spanking), memukul tubuh, menampar, mengancam, dan mempermalukan anak, bukan hanya tidak efektif tapi juga merusak mental.

"Strategi pendisiplinan yang bersifat menyerang, termasuk memukul dan berteriak pada anak, minimal efektif dalam jangka pendek dan tidak jangka panjang," tulis AAP dalam pernyataannya.

Menurut bukti-bukti penelitian terbaru, hukuman fisik yang diterima anak terkait dengan meningkatnya perilaku negatif, berdampak pada pola pikir, psikososial, dan emosional.

"Memukul anak bukanlah bentuk pendisiplinan. Dalam beberapa menit, anak akan kembali pada perilaku lamanya. Hukuman ini tidak mengajarkan anak cara meregulasi diri," kata Robert Sege Ph.D, yang ikut menulis panduan AAP ini.

Baca juga: Parenting Itu Mudah

Para pakar di AAP menawarkan alternatif lain untuk membuat anak lebih disiplin.

Misalnya saja untuk anak usia kurang dari setahun, cara terbaik adalah menggendong anak dan memindahkannya ke tempat lain, atau mengalihkan perhatiannya.

Seringkali hanya itu yang dibutuhkan anak dan bisa ditangani anak.

"Anak usia 6 bulan belum mengerti aturan. Nanti bertahap seiring usia," katanya.

Untuk anak yang lebih besar, misalnya balita atau usia prasekolah, orangtua bisa menerapkan strategi time-out atau menyuruh anak diam di sudut ruangan untuk memikirkan perilaku "salahnya" selama beberapa menit sesuai usia anak.

Cobalah untuk tak terlalu memberi perhatian ketika mereka melakukan perilaku buruk dan berikan hadiah untuk perilaku yang baik. Bentuknya bisa pujian, pelukan, atau memberi waktu lebih banyak untuk bermain bersama anak.

"Tujuan dari strategi time-out dan bentuk hukuman lain adalah membuat anak bisa meregulasi diri sendiri. Sehingga mereka bisa mengontrol dan mengatur perilakunya sendiri," kata Sege.




Terkini Lainnya

Mencoba Peralatan Olahraga Langsung dan Virtual di Decathlon MTA

Mencoba Peralatan Olahraga Langsung dan Virtual di Decathlon MTA

Feel Good
Tren Donasi Online untuk Pasien Penyakit Berat

Tren Donasi Online untuk Pasien Penyakit Berat

Feel Good
Bahaya Diet dengan Cara yang Keliru

Bahaya Diet dengan Cara yang Keliru

Eat Good
Aleza Pamer Koleksi Hari Raya dengan Modifikasi Ikat dan Batik

Aleza Pamer Koleksi Hari Raya dengan Modifikasi Ikat dan Batik

Look Good
Jennifer Bachdim Pantang Konsumsi Daging

Jennifer Bachdim Pantang Konsumsi Daging

Look Good
Waktu Makan Ternyata Pengaruhi Kesehatan

Waktu Makan Ternyata Pengaruhi Kesehatan

Eat Good
Menyambut Pagi Istimewa di Candi Borobudur

Menyambut Pagi Istimewa di Candi Borobudur

Feel Good
Diskon G-Shock Carbon untuk Pembaca Kompas.com, Mau?

Diskon G-Shock Carbon untuk Pembaca Kompas.com, Mau?

Look Good
Menata Alat Makan ala Marie Kondo

Menata Alat Makan ala Marie Kondo

Look Good
Kebiasaan Sederhana untuk Cegah Diabetes Tipe 2

Kebiasaan Sederhana untuk Cegah Diabetes Tipe 2

Feel Good
Nike Tampilkan Model Wanita dengan Rambut Ketiak

Nike Tampilkan Model Wanita dengan Rambut Ketiak

Look Good
Jenis Olahraga yang Aman di Masa Kehamilan

Jenis Olahraga yang Aman di Masa Kehamilan

Feel Good
'Sahara Breeze' dan Ragam Menu Berbuka Puasa di Pullman Jakarta

"Sahara Breeze" dan Ragam Menu Berbuka Puasa di Pullman Jakarta

Eat Good
Mengenal Kandungan dan Fungsi 5 Acid dalam Produk 'Skincare'

Mengenal Kandungan dan Fungsi 5 Acid dalam Produk "Skincare"

Look Good
Mencegah Bibir Kering di Udara Dingin

Mencegah Bibir Kering di Udara Dingin

Look Good

Close Ads X