Juxtaposed, Koleksi Busana Tradisional Berbalut Modernitas Ala Biyan - Kompas.com

Juxtaposed, Koleksi Busana Tradisional Berbalut Modernitas Ala Biyan

Kompas.com - 08/11/2018, 18:06 WIB
Koleksi busana spring/summer 19 Studio 133 Biyan yang dipamerkan pada sesi pagelaran busana di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Selasa (6/11/2018).Dok. Studio 133 Biyan Koleksi busana spring/summer 19 Studio 133 Biyan yang dipamerkan pada sesi pagelaran busana di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Selasa (6/11/2018).

KOMPAS.com - Unsur tradisional menjadi inspirasi utama desainer ternama Biyan Wanaatmadja untuk koleksi busana spring/summer terbarunya lewat lini Studio 133 Biyan.

Unsur-unsur busana tradisional kemudian diramu menjadi koleksi busana ready to wear dengan aura modernitas yang kuat.

Misalnya, patchwork yang muncul pada busana baby doll, blus bergaya piyama, robe, pleated skirt, hingga oversized-shirt.

Siluet-siluet longgar amat ditonjolkan untuk koleksi kali ini.

Di sela peragaan busananya di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Selasa (6/11/2018) lalu, Biyan mengungkapkan kekagumannya dengan busana tradisional.

Baca juga: Mengenal Kebaya Encim, Busana yang Identik dengan Perempuan Betawi

Dia menyebut salah satunya kebaya, yang bisa dimodifikasi secara beragam dengan material yang ringan, cantik, dan versatile.

Koleksi busana spring/summer 19 Studio 133 Biyan yang dipamerkan pada sesi pagelaran busana di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Selasa (6/11/2018).Dok. Studio 133 Biyan Koleksi busana spring/summer 19 Studio 133 Biyan yang dipamerkan pada sesi pagelaran busana di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Selasa (6/11/2018).
"Bisa dipakai untuk acara resmi, kasual, dan dipakai oleh lebih banyak anak muda."

"Kesimpulan saya, mungkin sesuatu yang terinspirasi dari tradisi dan dibuat menjadi sesuatu yang ready to wear," kata Biyan.

Tabrak warna dan motif pun sangat kuat pada koleksi yang mencakup busana pria dan wanita ini.

Tergambar dari padupadan buasana yang bernuansa bahagia, ceria, bebas, dan seakan tak peduli aturan, namun memiliki harmoni yang menawan.

Lewat Juxtaposed, Biyan memang ingin menyampaikan sebuah cerita tentang penyandingan, percampuran, dan "tabrakan" antar-banyak elemen, material, corak, dan garmen.

Seperti motif floral yang dipadu dengan motif geometris atau silk print yang dipadukan dengan lace.

Motif batik Buketan yang banyak ditemukan di area pesisir Jawa menjadi inspirasi tradisional Biyan yang kemudian diterjemahkan pada koleksi ini.

Baca juga: Ide Patchwork Elhaus dari Indonesia Tarik Perhatian Urban Outfitters

Motif tersebut kemudian dipadukan dengan busana longgar, seperti celana bermotif garis-garis atau polkadot.

Koleksi busana spring/summer 19 Studio 133 Biyan yang dipamerkan pada sesi pagelaran busana di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Selasa (6/11/2018).Dok. Studio 133 Biyan Koleksi busana spring/summer 19 Studio 133 Biyan yang dipamerkan pada sesi pagelaran busana di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Selasa (6/11/2018).
Busana pria yang ditampilkan terlihat lebih sederhana dengan dominasi warna hitam dan abu, serta perpaduan motif tradisional dan modern, seperti motif garis.

Beberapa busana juga terlihat memadukan motif Kilim atau motif permadani asal Timur Tengah dengan motif floral tiles yang diberi sentuhan tipografi ala Studio 133.

Melalui koleksi ini pula Biyan ingin menerjemahkan perjalanan karirnya selama 36 tahun terakhir, dengan karya bernuansa Indonesia namun lebih modern.

"Hari ini saya mencoba menerjemahkannya lewat Studio 133," ucap pria yang pernah menjalani sekolah mode di Muller & Sohn Private Mode Schule di Jerman itu.



Close Ads X