Diet Dubrow, Alternatif Keto dengan Pola Makan Berbeda

Kompas.com - 14/11/2018, 12:00 WIB
IlustrasiThinkstockphotos Ilustrasi

KOMPAS.com - Diet ketogenik sudah dijalani oleh banyak orang termasuk kalangan selebriti karena dianggap efektif menjaga berat badan. Pola makan keto mengharuskan kita mengonsumsi banyak lemak dan sangat sedikit karbohidrat.

Diet keto memang tidak untuk setiap orang. Ada orang yang merasa efek samping tak nyaman setelah menjalani diet ini.

Jika merasa Keto kurang tepat untuk tubuhmu dan ingin mencari alternatif diet, mungkin kamu mau mencoba diet dubrow.

Diet dubrow dibuat oleh pasangan Heather dan Terry Dubrow. Tujuan dari diet tersebut adalah menurunkan berat badan dan meningkatkan energi, sama dengan target dari para pelaku diet keto.

Namun, alih-alih mengeliminasi karbohidrat, diet ini merekomendasikan pola makan interval atau berpuasa pada periode waktu berbeda.

Menurut para pencipta diet dubrow, pola ini akan cenderung lebih tahan lama ketimbang konsumsi tinggi lemak.

Sementara pola makan interval akan memberikan periode waktu pembakaran lemak yang bisa menambah energi dan pembaruan sel.

"Proses ini dinamakan autophagy atau fase penghabisan racun," kata Terry Dubrow kepada Prevention.

Baca juga: Mengenal 4 Pilihan Diet Keto Alternatif, Mau Coba?

Pasangan Dubrow mempublikasikan metode diet tersebut pada buku mereka yang berjudul: "The Dubrow Diet: Interval Eating to Lose Weight and Feel Ageless".

Pola makan interval yang dimaksud sebetulnya mirip konsep intermittent fasting, dimana periode puasa dibutuhkan berkisar antara 16 jam hingga sepanjang hari.

Meskipun intermittent fasting populer dalam strategi penurunan berat badan, hasilnya cenderung beragam, apakah pola tersebut lebih efektif daripada sekadar menghitung kalori atau tidak.

Diet dubrow membagi waktu makan menjadi tiga fase berbeda. Setiap fase memiliki rekomendasi periode puasa masing-masing.

Menurut pasangan Dubrow, pada fase satu kita harus berpuasa 16 jam dalam sehari sebagai sistem pengejut dan untuk mengatur kembali patokan tingkat lapar.

Halaman:


Terkini Lainnya


Close Ads X