6 Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Minta Kenaikan Gaji - Kompas.com

6 Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Minta Kenaikan Gaji

Kompas.com - 14/11/2018, 13:37 WIB
Ilustrasi ThinkStock/Todd Warnock Ilustrasi

KOMPAS.com — Semua karyawan pasti ingin mendapatkan kenaikan gaji. Namun, untuk mendapatkannya tak semudah membalikan telapak tangan.

Riset yang dilakukan pada Agustus 2018 oleh SoFi—perusahaan keuangan pribadi online di Amerika Serikat, menemukan, 33 persen reponden memiliki rencana untuk meminta kenaikan gaji secara terang-terangan.

Sayangnya, Libby Leffer selaku pemimpin riset mengatakan banyak karyawan tidak mendapatkan apa yang diinginkannya.

"Hal terburuk yang bisa dilakukan orang adalah mengatakan 'tidak'," ucapnya.

Untuk menghindari jawaban yang tak diinginkan itu, ada beberapa hal yang harus kita lakukan sebelum meminta kenaikan gaji.

Berikut enam hal yang harus kita lakukan sebelum meminta kenaikan gaji.

1. Pahami tujuan kita

Sebelum bersiap untuk meminta kenaikan gaji. Pastikan kita memiliki gagasan yang jelas perihal apa yang ingin kita capai.

Pahami seberapa signifikan kenaikan gaji yang kita inginkan, hasil minimum yang akan kita capai usai mendapatkannya, dan hal penting apa dalam karir serta pekerjaan kita.

Penting juga untuk mempertimbangkan sudut pandang sesama rekan kerja, dan mempergunakan pendapat itu untuk menyesuaikannya dengan permintaan kita.

Jadi, sampaikanlah kepada atasan bahwa kita adalah karyawan yang berdedikasi.

Pilihan untuk bekerja keras, dan melakukan pekerjaan dengan baik, bukan semata-mata hanya karena ingin mendapatkan uang lebih banyak.

Baca juga: Perilaku Masa SMA Pengaruhi Kesuksesan Karir

2. Lakukan riset

Leffer mengatakan, ada banyak persiapan yang harus kita lakukan sebelum membicarakan soal kenaikan gaji.

Kita harus ahli dalam hal pekerjaan yang kita lakoni, dan memberi keuntungan bagi perusahaan tempat kita bekerja.

Untuk itu, kita harus meneliti seberapa besar kemampuan kita dalam bekerja, dan temukan tingkat pencapaian yang bisa kita raih.

Jadi, kita harus meneliti kemampuan kita, dan menganalisis perbandingan antara kemampuan dan gaji yang layak kita terima.

Untuk membantu hal ini, kita bisa mencari komponen, dan cara menghitung gaji karyawan lewat bantuan internet.

Kita juga harus melihat faktor lain yang mempermudah kita melakukan negosiasi kenaikan gaji.

"Sangat penting untuk diingat ketika kita ingin meminta kenaikan gaji. Kita harus menilai kompensasi yang kita dapatkan," kata Leffler.

Kompensasi itu bisa berupa manfaat, waktu liburan, waktu kerja yang fleksibel, dan cuti sakit.

Semua itu adalah paket kompensasi total yang kita dapatkan. Nah, semua hal itu dapat kita negosiasikan sebagai bagian dari kenaikan gaji.

Baca juga: Mau Beralih Karir Tanpa Peduli Usia? Simak 7 Tips Ini

3. Siapkan bukti yang kuat

Setelah melakukan kedua hal di atas, tiba saatnya untuk mendiskusikan pekerjaan yang telah kita lakukan, di mana kita anggap perlu peningkatan kompensasi.

"Kita perlu mengajukan alasan kuat mengapa kita layak mendapat kenaikan gaji," kata Leffler.

Untuk itu, persiapan adalah bagian penting yang sering diabaikan.

Persiapan tersebut termasuk menyiapkan bukti nyata bahwa kita telah melakukan pekerjaan hebat, dan membawa kesuksesan kepada perusahaan atau tim.

Jadi, kita harus mencatat prestasi yang kita raih, dan salinan email atau catatan ucapan selamat dari rekan kerja, klien, atau manajer atas pekerjaan hebat yang telah kita lakukan.

Baca juga: 3 Tanda Kita Terjebak dalam Karir yang Salah

4. Perhatikan nada bicara yang kita gunakan

Pastikan kita telah berlatih menyampaikan keinginan kita dengan nada bicara yang tepat sebelum melakukan negosiasi untuk meminta kenaikan gaji.

Berlatih juga bisa mengatasi rasa gugup saat kita berhadapan dengan atasan untuk meminta kenaikan gaji.

"Berlatih akan membuat semuanya berjalan lancar. Jadi, berlatihlah untuk mengatakan apa yang akan kita ungkapkan dengan seseorang yang kita percaya," ucap dia.

Leffler menyarankan untuk melakukan simulasi seolah-olah kita sedang berhadapan dengan dewan direksi ketika meminta kenaikan gaji.

Kita bisa melakukannya dengan meminta bantuan orang-orang terdekat yang mampu memberi kita umpan balik yang jujur dan menjadi tim pendukung kita.

Baca juga: 9 Benda yang Tak Seharusnya Ada di Meja Kerja

5. Atur waktu yang tepat

Leffer menyarankan kita untuk tak meminta kenikan gaji saat perusahaan sedang menghadai hari-hari yang sibuk, atau sedang menggarap proyek besar.

Pastikan kita sudah mengatur waktu dengan tepat. Selain itu, meminta kenaikan gaji saat perusahaan melakukan pengencangan anggaran bukanlah saat yang tepat.

Waktu yang tepat untuk menaikkan gaji adalah selama siklus peninjauan kinerja, atau setelah kita memberikan kontribusi penting kepada tim.

Meminta kenaikan gaji setelah proyek besar di mana kita berperan besar dalam mencapai tujuan juga merupakan waktu yang tepat.

Baca juga: Awas, Penggunaan Medsos yang Tak Bijak Bisa Pengaruhi Karir

6. Persiapkan diri untuk mendapat penolakan

Ada kemungkinan penolakan saat kita meminta kenaikan gaji. Jadi, kita harus mempersiapkan diri untuk mendapatkan penolakan.

Namun, kita tak boleh berputus asa. Dengarkan alasan atasan mengapa permintaan kita ditolak.

Alasan penolakan kenaikan gaji yang kita dapatkan bisa menjadi informasi berharga untuk pertumbuhan karir kita di masa depan.

Menurut Leffer, itu kesempatan bagi kita untuk mengucapkan terimakasih atas umpan balik yang kita dapatkan.

"Jika manajer kita menolak permintaan kita untuk mendapatkan kenaikan gaji, gunakan sebagai titik lompatan," kata Leffler.

Diskusikan harapan atasan untuk kebaikan kita, dan buat rencana tindakan untuk kenaikan gaji atau promosi di siklus berikutnya.

Ketika saatnya tiba, jangan ragu untuk bertanya lagi, pastikan kita telah bekerja keras dan dapat membuktikan bahwa kita layak mendapat kenaikan gaji.

"Jika kita memiliki waktu dan konteks yang tepat, kita memiliki buktinya, jangan takut untuk bertanya," kata Leffler.

Baca juga: Tips Menguasai Wawancara Kerja


Terkini Lainnya


Close Ads X