Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hari Diabetes Sedunia, Ini Sejumlah Fakta Mengenai Penyakitnya

Kompas.com - 14/11/2018, 14:33 WIB
Luthfia Ayu Azanella,
Bayu Galih

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Diabetes atau penyakit kencing manis menjadi salah satu penyakit yang perlu diwaspadai. Penyakit ini disebabkan kandungan gula darah yang berlebihan di dalam tubuh. Sebagian besar diakibatkan faktor genetik, namun gaya hidup juga memiliki peran yag tidak sedikit.

Hari ini, 14 November 2018 diperingati sebagai Hari Diabetes Sedunia atau World Diabetes Day (WDD). Peringatan ini mulai diadakan pada 1991yang diprakarsai oleh World Health Organization (WHO).

Penyakit diabetes di Indonesia menduduki peringkat ke-7 terbanyak di dunia, dengan jumlah penderita sebanyak 10 juta jiwa.

Berikut ini beberapa fakta berdasarkan data dari WHO, Oktober 2018 tentang penyakit diabetes di dunia.

Apa itu diabetes?

Diabetes merupakan penyakit kronis yang disebabkan oleh pankreas yang tidak mampu memproduksi insulin yang mencukupi, atau tubuh tidak dapat menggunakan jumlah insulin yang ada secara efektif.

Insulin adalah hormon yang mengatur gula darah dalam tubuh. Akibatnya, gula darah berlebihan dan timbul penyakit yang disebut diabetes.

Baca juga: Banyak Orang Tak Sadar Derita Diabetes

Jenis diabetes

Terdapat beberapa jenis diabetes, yakni diabetes tipe 1, tipe 2, dan diabetes gestasional.

Diabetes tipe 1 ini karena kekurangan insulin, sehingga penderita harus mendapat tambahan insulin setiap harinya agar keadaannya tetap stabil. Biasa terjadi juga pada penderita anak-anak.

Tanda-tanda dari diabetes tipe 1 ini antara lain buang air kecil berlebihan, haus dan lapar yang konstan, mengalami penurunan berat badan, perubahan kemampuan penglihatan, dan kelelahan. Semua ini dapat terjadi secara tiba-tiba.

Kemudian diabetes tipe 2 merupakan diabetes yang disebabkan oleh ketidakefektifan penggunaan insulin dalam tubuh. Tipe 2 inilah yang dialami oleh sebagian besar penderita diabetes di dunia ini.

Gejalanya tidak jauh berbeda dengan tipe 1, namun biasanya baru bisa dideteksi jauh setelah serangan terjadi dan sudah terjadi komplikasi penyakit lain.

Terakhir, diabetes gestasional. Biasanya terjadi selama masa kehamilan, nilai glukosa darah ada di atas normal, tapi masih di bawah kategori diabetes.

Wanita dengan diabetes gestasional memiliki risiko komplikasi yang meningkat selama kehamilan dan saat melahirkan. Nantinya, calon ibu dan anak-anaknya berisiko tinggi terkena diabetes tipe 2 di masa yang akan datang.

Baca juga: Kenapa Banyak Orang Indonesia yang Kena Diabetes?

Ilustrasi penderita diabetes makan Thinkstock.com Ilustrasi penderita diabetes makan

Jumlah Penderita

Angka penderita diabetes dunia tercatat terus meningkat. Data tahun 1980 menyebutkan terdapat 108 juta penduduk bumi terkena diabetes. Data terbaru pada 2014, jumlah penderita meningkat hingga 4 kali lipatnya.

Dari data yang sama, kalangan penderita dewasa, pada 1980 ada di angka 4,7 persen, sementara empat tahun lalu pada 2014 jumlahnya menjadi 8,5 persen.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com