Kompas.com - 15/11/2018, 20:19 WIB
Ilustrasi obesitas, kegemukan, mengukur lingkar pinggang nito100Ilustrasi obesitas, kegemukan, mengukur lingkar pinggang

KOMPAS.com - Apakah akhir-akhir ini kamu merasa celana kian terasa sempit? Atau, semakin banyak kemeja yang tidak bisa dikancingkan?

Hati-hati, makin lebar lingkar pinggang, risiko mengalami penyakit kronis pun makin meningkat.

Lingkar pinggang yang lebar, tidak hanya membuatmu mesti membeli pakaian baru.

Dalam sebuah penelitian diungkap, semakin lebar lingkar pinggang, semakin besar risiko seseorang mengalami penyakit berbahaya.

Cara mengukur lingkar pinggang

Nah, bagaimana sih cara yang benar untuk mengukur lingkar pinggang? Yuk ikuti langkah-langkah di bawah ini, seperti dikutip dari laman Alodokter:

Lingkarkan pita pengukur di sekeliling perut, sejajar dengan pusar. Jangan terlalu ketat ataupun terlalu kendur.

Baca juga: Kenali Gejala Nyeri Pinggang yang Disebabkan Saraf Terjepit

Bernapaslah seperti biasa, kemudian baca hasil pengukuran pada saat membuang napas.

Setelah melihat hasil lingkar pinggang, maka bandingkan dengan acuan ukuran normal.

Ukuran lingkar pinggang yang normal adalah:

- Untuk pria: 94 cm ke bawah.

- Untuk wanita: 80 cm ke bawah.

Kaitan lingkar pinggang dan kesehatan

Lingkar pinggang yang lebar menjadi tanda bahwa kamu kelebihan lemak perut.

Inilah yang sangat berhubungan dengan banyak gangguan kesehatan, seperti kolesterol tinggi, trigliserida tinggi, kadar gula darah tinggi, serta tekanan darah tinggi.

Kondisi-kondisi inilah yang membuatmu lebih berisiko mengalami penyakit kronis, termasuk penyakit jantung, pembuluh darah, dan kanker.

Dalam penelitian ditemukan bahwa pria dengan lingkar pinggang 110 cm atau lebih, ternyata 50 persen lebih berisiko mengalami sakit kronis, daripada yang memiliki lingkar pinggang 94 cm.

Baca juga: Diet TLC untuk Kesehatan Jantung, Mau Coba?

Sementara, wanita dengan lingkar pinggang 94 cm, sekitar 80 persen lebih berisiko sakit kronis daripada yang memiliki lingkar pinggang 70 cm.

Meski demikian, risiko akibat lebarnya lingkar pinggang ini juga tergantung pada beberapa faktor lain.

Ada faktor usia, sering tidaknya beraktivitas fisik atau olahraga, serta apakah memiliki kebiasaan merokok atau kebiasaan mengonsumsi alkohol.

Selain itu, kamu juga dapat menggunakan kalkulator indeks massa tubuh untuk mengetahui apakah kamu kelebihan berat badan.

Tapi ingat, meskipun indeks massa tubuhmu normal, tapi lemak perut dan lingkar pinggangmu masih tetap dapat berlebih.

Upaya mengecilkan lingkar pinggang

Jika hasil ukuran lingkar pinggangmu tergolong berisiko, yuk mulai ubah gaya hidup menjadi lebih sehat.

Saatnya memilih makanan yang sehat dengan porsi yang sesuai kebutuhan, dan jangan lupa untuk rajin berolahraga, setidaknya bergerak aktif setiap hari.

Jangan anggap remeh, meski tampaknya hasil perubahan pola hidup sehat tampak lambat.

Penurunan berat badan sekitar 5-10 persen saja dari berat badan sebelumnya, akan membantu menurunkan risiko penyakit.

Baca juga: 10 Bahaya bagi Kesehatan di Balik Rasa Kesepian

Jika kamu memiliki kondisi kesehatan khusus, sebaiknya konsultasi ke dokter sebelum melakukan perubahan pola makan atau olahraga tertentu.

Jadi, berapa lingkar pinggangmu saat ini? Semoga termasuk golongan yang tidak berisiko ya...



Sumber Alodokter
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X