Kompas.com - 21/11/2018, 06:19 WIB
Chief Barbershop di Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYAChief Barbershop di Jalan Kemang Raya, Jakarta Selatan

JAKARTA, KOMPAS.com - Kunjungan ke barbershop alias tempat cukur rambut khusus laki-laki bisa menjadi momen yang merepotkan orangtua ketika membawa anak laki-lakinya. Ini karena banyak anak laki yang takut ke tukang cukur.

Survei yang dilakukan barbershop Chief Company terhadap 200 responden selama periode 11-12 November 2018 menunjukkan 2 dari 5 anak laki-laki takut rambutnya dipotong.

"Kami masih menemukan dua dari lima anak laki-laki mengalami ketakutan untuk datang ke barbershop," kata Marketing Director Chief Company, Oky Andries, dalam acara peluncuran
buku anak berjudul "Little Chief Goes To The Barbershop" di Jakarta (19/11/2018).

Buku tersebut merupakan karya presenter televisi Tascha Liudmila.

Aktor Ringgo Agus Rahman termasuk salah satu orangtua yang kesulitan membujuk anaknya, Bjorka, untuk potong rambut.

Menurut Ringgo, Bjorka yang kini menginjak usia 2,8 tahun selalu menolak dibawa ke barbershop karena takut dengan suara clipper (gunting khusus rambut).

Ketakutan Bjorka tak hanya terjadi ketika ia berada di barbershop, namun ia juga menolak dipotong rambutnya oleh orangtua. Rambutnya yang gondrong pun kini mulai mengganggu ke area mata.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya sampai detik ini orangtua yang gagal bawa anak potong rambut, bahkan untuk potong rambut sendiri," kata Ringgo.

Aktor Ringgo Agus Rahman ketika menghadiri peluncuran buku anak berjudul Little Chief Goes To The Barbershop karya presenter televisi Tascha Liudmila di Chief Barber, Coffee & Artspace Kemang, Jakarta Selatan, Senin (19/11/2018).KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Aktor Ringgo Agus Rahman ketika menghadiri peluncuran buku anak berjudul Little Chief Goes To The Barbershop karya presenter televisi Tascha Liudmila di Chief Barber, Coffee & Artspace Kemang, Jakarta Selatan, Senin (19/11/2018).
Menurut Oky, sekitar 40 persen anak memang takut dengan bunyi clipper. Suara tersebut dianggap tidak biasa sehingga membuat mereka tidak nyaman.

Orangtua yang mengalami masalah tersebut sekitar 70 persennya memilih mengalihkan perhatian anak dengan gawai.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X