Mengenal "PijakBumi", Sepatu Ramah Lingkungan dari Kota Bandung...

Kompas.com - 23/11/2018, 19:37 WIB
Sepatu produksi Pijakbumi menggunakan bahan dan cara pembuatan yang ramah lingkungan. KOMPAS.com/RENI SUSANTISepatu produksi Pijakbumi menggunakan bahan dan cara pembuatan yang ramah lingkungan.

Sepatu yang melalui proses chemical, warna akan cenderung tidak berubah.

Sebagian material Pijakbumi juga menggunakan bahan recycle seperti sol dari daur ulang ban bekas. Ada pula yang menggunakan latex.

Dalam proses produksi, sepatu PijakBumi dibuat menggunakan tangan para perajin lokal.

Menariknya pula, sebanyak 99 persen pengerjaannya tidak mengunakan mesin, mulai dari pola, assembling, finishing, hingga menjadi sepatu yang digunakan.

Baca juga: Dengar Harga Sepatu Exodos57 Rp 2,9 Juta, Presiden Jokowi Protes

Rowland mengaku hanya menggunakan mesin jahit kaki agar proses pembuatannya lebih ramah lingkungan.

Karena itu pula, sepatu PijakBumi tidak banyak memperlihatkan jahitan. Sepatunya lebih mengandalkan proses cutting yang halus.

“Kami mereduksi penggunaan lem 60 persen, tidak ada chemical yang digunakan dalam proses assembling,” ucapnya.

Hingga ke pasar luar negeri

Lewat semua proses ini, ia sekaligus ingin mengampanyekan pentingnya menjaga lingkungan.

“Melalui PijakBumi kami berharap bisa menginspirasi generasi muda untuk bersama-sama bertanggung jawab terhadap alam, demi menciptakan bumi yang lebih baik,” ungkap dia.

Dari sisi desain, ia mengeluarkan kesan klasik dan simpel dengan sentuhan kontemporer.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X