Menjaga Kulit Tetap Sehat Ketika Bepergian dengan Pesawat - Kompas.com

Menjaga Kulit Tetap Sehat Ketika Bepergian dengan Pesawat

Kompas.com - 26/11/2018, 10:19 WIB
Ilustrasi kabin Garuda IndonesiaKOMPAS/HERU SRI KUMORO Ilustrasi kabin Garuda Indonesia

KOMPAS.com - Kulit kering, terbakar sinar matahari, hingga stres adalah hal-hal yang jamak dialami ketika kita bepergian dengan pesawat dalam penerbangan jarak jauh.

Banyak yang mengakali dengan memakai masker atau rutin mengoleskan krimuntuk menjaga kelembabannya. Namun apakah cukup?

Pakar kecantikan Renée Rouleau mengungkapkan, ia tak menganjurkan untuk melakukan perawatan kulit saat di pesawat. Alasannya, air di pesawat dianggap tidak steril, sehingga mengaplikasikan produk dengan jari tak direkomendasikan.

Karena itu, menurut Rouleau, lebih baik melakukan pencegahan masalah kulit setelah penerbangan.

Dermatolog Loretta Ciraldo setuju, lotion bukanlah penyelamat kulit di dalam kabin pesawat. Salah satu cara simpel yang dianjurkan dengan mengenakan pakaian yang lebih tertutup.

Alasannya, kelembapan di bawah 20 persen seperti di kabin pesawat akan mengeluarkan uap air dari wajah, kaki, kaki, tangan dan tempat lain yang dibiarkan terbuka. 

Karena itu, untuk menangkal kekeringan pada seluruh tubuh, ia merekomendasikan mengenakan lengan panjang, celana panjang, dan sepatu tertutup di dalam pesawat. 

Lebih-lebih pada wajah yang merupakan bagian penting. 

Ada beberapa cara yang disetujui ahli untuk melindungi wajah saat bepergian dengan pesawat. Sebelum naik, oleskan lapisan pelembap yang berfungsi menjaga hidrasi.

Baca juga: Kulit Kering, Bisa Jadi karena Salah Pilih Sabun...

Ciraldo menyarankan serum yang mengandung lipid atau formula apotik tebal seperti Aquaphor's. 

"Ini menciptakan penghalang untuk melindungi dari udara kabin yang mengisap kelembapan di kulit," kata Ciraldo.

Ia juga mengingatkan untuk tidak melupakan area tangan, bawah dan leher saat menggunakan lotion.

Jika terbang di siang hari, langkah berikutnya adalah perlindungan matahari. 

"Pilot berisiko lebih tinggi terkena kanker kulit daripada profesi apa pun di planet ini," kata dokter kulit NYC, Dendy Engelman.

Menurutnya, sinar UV secara signifikan lebih kuat pada ketinggian. Dia merekomendasikan untuk mengaplikasikan tabir surya berbasis zinc sebelum terbang, dan memilih tempat duduk seperti di lorong untuk menghindari kontak langsung dengan sinar yang masuk.

Baca juga: Perawatan Wajah Terkini untuk Kulit Kering

Jika penerbangannya lebih lama, Engelman menyarankan untuk mengoles dengan SPF bubuk, sehingga tidak perlu menyentuh wajah dengan jari-jari kotor.

Setelah penerbangan yang perlu dilakukan eksfoliasi, di mana mengangkat sel permukaan yang mengalami dehidrasi. 

Dia menyarankan chemical exfoliant di klinik dokter.

“Masker gel dingin pasca-penerbangan lebih dianjurkan karena dapat memberikan air yang cukup," katanya. 



Close Ads X