Kompas.com - 27/11/2018, 08:09 WIB

Pengeluaran yang tidak mencolok itu mungkin tidak terlihat oleh kelas menengah, tetapi langsung dikenali oleh sesama orang kaya.

Hal itu menjadi "modal budaya" bagi sesama kaum jetset dan pengikat status. Hal ini mereproduksi keistimewaan yang tidak bisa disamakan dengan barang-barang bermerek.

Dana pendidikan

Menunjukkan kecerdasan dan pengetahuan menjadi pengungkit untuk menaiki tangga sosial dan membentuk hubungan.

Itu sebabnya para orangtua menyiapkan posisi sosial bagi anak-anaknya melalui pendidikan.

"Mereka membelikan asuransi kesehatan terbaik, membawa anak-anaknya liburan yang edukatif ke Galapagos, dan menyiapkan biaya pendidikan, mulai dari pre-school terbaik sampai biaya kuliah di kampus unggulan," kata J.C Pan dalam artikel di New Republic.

Pada tahun 2014, sekitar satu persen kelompok kaya menghabiskan 860 persen lebih banyak biaya pendidikan dibanding angka rata-rata di AS.

Keluarga kaya juga tak segan mengeluarkan uang untuk membeli rumah di dekat sekolah terbaik agar anaknya bisa berjalan kaki.

Mereka juga mengehabiskan puluhan ribu dollar untuk membayar jet privat dalam tur kampus.

Dengan berinvestasi di pendidikan, para orangtua itu berharap masa depan anak-anaknya akan sukses dan terkoneksi dengan baik.

Baca juga: Crazy Rich Indonesians Belanja Properti di Singapura hingga Sydney

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.