Yuk, Mengenal 5 Jenis Bahan Pakaian dan Cara Merawatnya

Kompas.com - 27/11/2018, 17:28 WIB
Ilustrasi bahan pakaian Pressto Laundry & Dry CleaningIlustrasi bahan pakaian

JAKARTA, KOMPAS.com - Pakaian tidak sekadar dibedakan dari desain dan merek, tapi juga bahan kain yang digunakan untuk membuatnya.

Setiap perancang busana memiliki alasan tersendiri dalam menentukan jenis bahan yang digunakan.

Mulai dari sifat dan fungsi bahan terhadap desain pakaian, hingga kualitas dan nilai tambah dari hasil akhir rancangan.

Ada berbagai jenis bahan pakaian yang dibedakan dari tekstur, bahan baku, elastisitas, ketebalan, dan lain-lain.

Baca juga: Trik Padukan Perhiasan dengan Kain Tenun

Sebagai konsumen yang cerdas, kita perlu memahami jenis bahan dari koleksi pakaian. Hal itu akan menentukan proses pembersihan dan perawatan yang sesuai.

Pemilik Pressto Laundry & Dry Cleaning Indonesia Regiana Widjaja mengatakan, merawat pakaian merupakan hal penting agar bisa lebih awet.

Namun, sebelum merawat, ia menyarankan untuk memahami tipe bahan pakaian lebih dulu. Setelah itu, barulah masuk dalam perawatan. 

Berikut lima jenis bahan pakaian dan cara merawatnya.

1. Katun

Bahan katun merupakan bahan yang umum dan banyak digunakan untuk membuat pakaian.

Dibuat dari serat kapas, katun banyak digemari karena sifat bahannya yang lembut dan nyaman digunakan.

Baca juga: Hindari Pakaian Full Katun Saat Mendaki Gunung...

Meskipun bertekstur lembut, serat katun sangat kuat, dan tahan lama, asalkan dirawat dengan teknik yang tepat.

Ada berbagai jenis kain katun yang dibedakan dari komposisinya, namun teknik pencucian bahan ini tetap sama, yaitu menggunakan media air.

Katun adalah bahan yang mudah kusut sehingga proses penyimpanannya lebih baik digantung, bukan dilipat.

2. Wol

Wol, yang umumnya terbuat dari bulu domba, merupakan bahan yang kerap digunakan untuk pakaian hangat atau sweater.

Karena sifatnya yang elastis, bahan ini selalu diikuti petunjuk perawatan di setiap pakaian, untuk menghindari penyusutan atau pemelaran.

Baca juga: Temani Trump, Melania Pakai Mantel Wol Gucci Seharga Rp 47 Juta

“Gunakan air dengan suhu dingin dan hindari proses kucek terlalu keras serta tidak perlu diperas terlalu kencang."

"Di Pressto kami menggunakan mesin cuci dengan pengaturan khusus wol," kata Regiana dalam keterangan pers kepada Kompas.com, Jakarta, Selasa (27/11/2018).

Untuk proses penjemuran, cukup letakkan di bidang datar dengan alas handuk. Hindari penggunaan gantungan ketika menjemur dan menyimpan pakaian wol dengan menggantung akan merusak bentuk pakaian.

3. Sutra

Penting untuk diingat, baju dengan bahan 100 persen sutra sebaiknya dicuci dengan teknik dry cleaning, karena sifatnya yang lembut dan mudah rapuh.

Baca juga: Jaga Kecantikan dengan Tidur Pakai Sarung Bantal Sutra

Apabila ingin mencuci kain sutra di rumah, hindari penggunaan sikat karena akan merusak bahan dasar pakaian.

Selain itu, jangan memeras dengan bahan sutra dengan memelintir pakaian, tetapi menekan pakaian dari atas ke bawah.

Proses menyetrika sutra pun perlu diperhatikan.

“Lapisi baju sutra dengan kain ketika menyetrika, serta gunakan suhu yang tidak terlalu panas untuk menghindari kain yang mungkin akan lengket atau menempel pada alas setrika," ujar Regiana.

4. Nilon

Sebagai kain berbahan sintetis, nilon dikenal karena sifat bahannya yang mudah menyerap warna pakaian lain dan rentan terkena luntur.

Pisahkan baju berbahan nilon dari bahan-bahan lainnya, terutama pakaian berwarna terang atau putih.

Jika diperlukan, bleach pada pencucian kain serat sintetis ini, gunakan bleach yang tidak mengandung klorin.

5. Chiffon

Jenis kain ini bersifat sedikit kasar namun ringan, sehingga dapat mengikuti bentuk tubuh pemakaiannya.

Namun, dalam proses pembersihan, pisahkan bahan-bahan lainnya dengan kain yang mudah menyerap warna ini.

Selalu gunakan air bersuhu ruangan atau dingin, apabila mencucinya di rumah dengan tangan atau mesin cuci.

Baca juga: Jangan Langsung Cuci Baju Bekas Olahraga, Apa Alasannya?

“Proses menyetrika kain chiffon di Pressto menggunakan kain pelapis, sehingga setrika tidak bersentuhan langsung, dan menggunakan suhu medium, karena sifat dari kain yang mudah bolong,” ujar Regiana.

Dalam penyimpanannya, chiffon lebih baik digantung untuk mempertahankan bentuknya.

Penting untuk dicatat, hal terpenting dari perawatan pakaian adalah dengan memahami sifat dari bahan kain yang digunakan.

Lagi-lagi, hal itu untuk menghindari kerusakan. Selain itu, gunakan metode perawatan yang sesuai untuk menjaga kualitas dan ketahanannya.

Apabila tidak memungkinkan untuk melakukan perawatan pakaian di rumah, kunjungi laundry dan dry cleaning yang memahami pakaian dan waktu.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X